Bab 9

267 Words
Sampai malam Anna belum keluar dari dalam kamar dan ini membuat khawatir Arya "Anna... Anna... sampai kapan kamu didalam, ayolah kamu makan dulu...kamu belum makan dari pagi, nanti kamu bisa sakit..."Arya memanggil manggil Anna sambil mengetuk pintu kamar "Anna... jika kamu tidak keluar aku akan masuk kedalam...." kembali Arya memanggil tak berapa lama pintu kamar terbuka dan terlihat Anna di dipintu sambil menatap Arya dengan tajam "makanlah dulu... kamu belum makan dari pagi, kalau kamu tidak mau makan di ruang makan biar bibi antarkan ke sini" Arya membujuk Anna "Tidak usah sok perhatian seperti itu, pasti kamu tertawa melihat keadaanku sekarang..."Anna terlihat kesal dan dia membuang pandangannya kearah lain enggan untuk menatap Arya Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya "terserah dirimu saja...kamu bebas mau melakukan apa saja, aku tidak akan melarang" Arya meninggalkan Anna dan meminta bibi untuk mengantarkan makanan ke kamar "Apa nak Arya mau teh hangat... " bibi menawarkan "antar keruang kerja saja..." kata Arya Arya duduk di kursi kerjanya sambil menggenggam erat rambutnya, dia tidak habis fikir kenapa pernikahannya menjadi seperti ini apakah dia harus menyerah "nak Arya....ini tehnya" bibi meletakkan teh diatas meja, tercium bau teh hijau yang sangat disukanya "sampai kapan nak Arya menyiksa diri seperti ini... bibi jadi bingung melihatnya, bibi kasihan sama nak Arya" bibi terlihat sedih "bibi ini sudah ikut mengasuh nak Arya dari kecil....bibi tahu nak Arya tipe orang ceria...tapi semenjak menikah nak Arya selalu murung tidak ada keceriaan lagi..." "Maafkan aku bibi...membuat dirimu khawatir.... tolong jangan beritahukan apa yang terjadi disini dengan mama dan papah disana dan tolong bibi perlakuan Anna dengan baik..."Arya memohon pada bibi yang mengasuhnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD