Meet Adnan

332 Words
"Pulanglah Nona,Hujan Semakin Deras dan Anginpun semakin Kencang!" Ujar Pria Yang Sudah Basah Kuyup Itu Ke Arah Zooy pria Itu Mengenakan Hodie Hitam bertuliskan overzise Dan Juga Celana Jeans Pendek zooy berusaha Berdiri Namun,tubuhnya Sangat Lemah Untuk Bangkit Berdiri "Tinggalkan saya sendiri" Ujar Zooy Sembari Memalingkan Wajahnya seakan Dia Tidak Ingin berbicara Dengan Pria Itu "Ketika Kamu Mencintainya Tetapi Dipaksa Melepaskan.Maka,Iklashlah. Itu Akan Membuatmu Merasa Lebih Baik" Ujar Pria Itu Sembari Membantu Zooy Berdiri "Tahu Apa Kau Soal Kehilangan" tanya Zooy sinis pria Itu Tersenyum Kecil Sembari Merapikan Rambutnya Ke Arah Belakang "Ibu saya Meninggal Dari Saya Berumur 5 Tahun,Apakah nona Masih mau Bertanya,Tahu Apa Saya Soal Kehilangan?" Pria Itu Balik Bertanya "Ibumu juga Dimakamkan Disini?" "Disebelah Makam Ayah saya" jawab Pria Itu Sembari Menunjuk ke Arah Dua Makam Yang Berada Tidak Jauh Dari Makam Abigail satu Makamnya Terlihat Masih Baru "Ayahmu Baru Saja Meninggal?" "Dua Minggu Yang Lalu" dari Ekspresi Pria Itu Sudah Terpampang Jelas Bagaimana Beratnya Dia Menjalani Hidup Tanpa Sosok Ayah Dan Ibu Dalam Hidupnya "Sonya Abigail,Sahabatku. Meninggal Seminggu Yang Lalu" Ujar Zooy dengan Membendung Airmatanya Sekuat Tenaga "Awalnya Saya Juga Tidak bisa Menerima Kenyataan Jika saya Akan Hidup Tanpa Ibu Dan Ayah Di Umur Saya Yang Masih Belasan Tahun,Akan Tetapi Saya Saya Tahu.Bahwa Saya Harus Mengiklashkanya" jelas Pria Itu Meyakinkan Zooy Zooy Agak heran Dengan Bahasa Yang Digunakan Pria Itu tidak Seperti Pria Pada Umumnya Yang Mengunakan Bahasa Pasaran,Bahasa Pria Ini Sangatlah Baku. hujan Mulai redah,Dan Angin ributpun Sudah Mulai Perlahan Berhenti "Saya Adnan Cannavaro. Panggil Saja adnan" pria Itu tersenyum sembari Mengulurkan Tanganya Ke Arah Zooy "Aku Zooy" sembari Mengengam Tangan Pria Itu Yang Sudah gemetar Karena Kedinginan "Dingin Sekali Yah!" Ujar Pria Itu Sembari Melepaskan Gengam Tanganya zooy hanya Menganguk seakan Yang Dikatakan Pria Itu Benar kaki Dan Tanganya Mulai Gemetar Dan Dingin Mulai Masuk ke Dalam Pori-Pori Kulitnya akan Tetapi Dia Tahu,Adnan Lebih Kedinginan Karena Payung Yang pakainya.sudah Mendarat Di atas Kepala Zooy. "Abi,Lo pulang dalam wujud Adnan?"Gumam Zooy sembari Menatap Adnan Dengan Tatapan Dinginya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD