tidak Terasa Sudah Satu minggu Zooy Mengenang Kepergian Sahabatnya Itu
Hari Ini Hari Minggu.
tapi Zooy Lebih Memutuskan Untuk Tidak Keluar Kamar Dan Berinteraksi Bersama Siapapun
kamarnya Dikunci.Dia Hanya terdiam di depan laptop sembari menatap fotonya dan sahabatnya Abigail
tak terasa airmatanya membasahi pipi mungilnya.
zooy mulai menyalahkan dirinya sendiri Atas Kematian Sahabatnya Abigail
"Kalau aja,Pas Abi Bilang Ada Satu Dua Hal Yang Ngebuat Dia Gk Bisa Ngabarin gw Pas Sampai Rumah,Terus Gw Nanya Hal Apa Itu. Pasti Gw Udah Bisa Nolongin Abi dan Gk Mungkin Abi Sampai Kyk Gini" Gumam Zooy Memarahi dirinya Sendiri
lagi Lagi Gadis Itu Berteriak histeris
melampiaskan Segala Kekesalanya Terhadap Dirinya Sendiri
bruuuuuuuuuk
Maikel Ayah Zooy Mendobrak Pintu Kamar Zooy Dan Menghampiri Zooy Yang Sedang Berteriak Histeris sembari Menutup telinganya Mengunakan Dua Tangan Munggilnya
cloe Ibunya segera Menenangkan Zooy dengan Sebuah Pelukan hangat
"Tenang Sayang! Ada Mama" Bisik cloe Yang Panik Atas apa Yang Baru Saja dilakukan Putrinya
cloe Berusaha Memeluk Lebih Erat Lagi Badan Zooy,Berkali Kali Cloe Memberikan Kecupan Di Kening Putrinya Itu
seakan Dia Tidak Ingin Sesuatu Yang Buruk Menimpa Putrinya
"Pah,Kita Pindah Aja Yah!" Ujar Cloe Kepada Suaminya Maikel Yang Juga Sedang Panik Atas Kejadian Yang Baru Saja Menimpa Putri Mereka
"Mama,Papa,Sama Frank Pindah Aja.Zooy Gk Mau Pindah!" Sambar Zooy Melepas Pelukan Ibunya dengan Badan Yang Masih Lemah,Gadis Itu menyandarkan Dirinya Di Dinding Kamarnya
Cloe Dan Maikel Diam Seribu Bahasa.
mereka Takut Jika Nanti Putri Mereka Mengalami Ganguan Mental Akan Kepergian Sahabat Yang Sangat Dicintainya itu
di Satu Sisi Mereka Juga Harus Melawan Keras Kepalanya Zooy Putri Mereka
"Bagaimana Kalau Hari Ini Kita Mengunjungi Abi?" Maikel berusaha Menenangkan Suasana
zooy Menganguk Seakan Mengiyakan Usul Ayahnya Itu
***
lagi lagi hujan
hujan sore Itu Lebih Deras Dari Hujan Di Hari Pemakaman Abi.
banyaknya Salib Di Makam Itu Membuat hati Zooy sangat Hancur
langkah Kakinya Berhenti Tepat Di Satu Makan
"Sonya Abigail"
kali Ini zooy Tidak Lagi Menangis,Ia Hanya Menghabiskan Tatapanya Ke Arah Makam Itu
ayah dan Ibunya Memeluk Erat Tubuh Zooy
"Iklashin Zooy,Biar Abi Tenang" Ujar Maikel Sembari Menaburkan Bungga Di Atas Makan Abigail
"Zooy,Bunganya?" Tanya Cloe Seakan Ingin Zooy meletakan setangkai Mawar Putih Yang Digengamnya Itu.
"Kembaliah Ke Mobil Pah,Mah.Franklin Takut Badai" ucap zooy Dingin
"Tapi Sayang...."
"Aku Ingin Bicara Sama Abi" lanjut zooy memotong Perkataan Ayahnya
tanpa Berkata Apa apa Lagi,Maikel Dan Cloe Kemudian pergi Meninggalkan Zooy Ditengah Pemakaman Itu
zooy Menurunkan Payung Hitam Yang Melindungi Tubuhnya Dari derasnya Air Hujan Itu Dan Meletakanya Di sela-Sela Makam hingga Payung Hitam Itu Tertiup Kencangnya Angin.
hujan Mulai Semakin Deras,Tubuh Zooy sudah Basah Kuyup
"Kau Tahu Abi?Aku Merindukanmu!" Ucap Zooy Sembari Meletakan Setangkai Mawar Putih Di Atas Makam Sahabatnya Itu
"beristirahatlah Dalam Damai Tuhan Cantik,Dan Maafkan Aku"
zooy Menunduk Sembari Memegang Salib Di Makam Sahabatnya Itu
tanganya Kini Sudah Sedikit Gemetar Karena Kedinginan
"Abi,Ivander Belum Menelponku" sambungnya Lagi
Airmata Tak Bisa Lagi Dibendungnya
menangis Paling Sakit adalah Menangis Tanpa Suara
deras Air Hujan Yang Mengenai Wajahnya menyatu Dengan Air Mata Gadis Itu
Seorang Mengarahkan Payung Keatas Zooy
seketika Zooy Sadar Jika Ada Seseorang Di Belakangnya
zooy Menoleh
Seorang Pria Dengan Tinggi sekitaran 172 cm dengan muka Yang Sedikit Di Tutupi Rambut curlynya Itu Mengagetkan Zooy