Meida mendatangi Liam di kediamannya, dia hanya sendirian. Tadi sore dia mencoba membuat kue matcha--untuk pertama kalinya dan berhasil. Meida ingin Liam mencicipinya. Biasanya pria itu selalu memuji apa pun yang Meida masak. Jujur saja, hasil olah tangan Meida selalu enak di makan, Liam sering bingung kenapa Meida sehebat itu dalam memasak. "Terima kasih Pak Vio!" Meida sedikit membungkukkan badannya pada pria bernama Vio itu ketika dia membukakan pintu utama untuk Meida, mempersilakan dengan sopan wanita itu masuk ke dalam. Pak Vio mengangguk. "Kalau tidak salah tadi Tuan Liam sedang berada di ruang kerja. Jika belum turun ke bawah--ruang bersantai, Nona samperin saja langsung ke ruang kerja." "Baik, Pak. Terima kasih sekali lagi, aku samperin Liam dulu kalau gitu." Lantas melangkah

