Setelah mengantar Meida, kini tinggallah Nayyara dan Liam saja yang berada di mobil. Nayyara senang, gadis itu sampai bertepuk tangan lantas berpindah tempat duduk ke depan tanpa keluar lebih dulu. "Astaga Nayya, harusnya kalau mau pindah, lewat luar dong." Liam menegur tidak senang, mata pria itu menyipit seketika menatap Nayyara. Jangan kalian pikir jika Nayyara hanya sendirian duduk di belakang. Tenang, dia bersama Meida. Coba saja hanya Nayyara sendiri, sementara Meida di depan ... gadis itu tidak bisa diam saja. Tidak adil namanya. Nayyara sudah berhasil duduk di depan, di jok penumpang samping Liam. Dia menunjukkan deretan giginya yang putih, tersenyum setengah lingkaran dengan mata bulatnya yang sedikit menyipit. Terlihat begitu menggemaskan. "Aku hebat, tanpa keluar pun bisa pin

