" aku mau ke kelas dulu mau ambil tas aku " ucap Gavin
" aku ikut " ucap Rasel
" baiklah ayo " ajak Gavin dan Rasel segera berdiri dan jangan lupa genggaman tangannya tidak terlepas sama sekali.
Rena yang mendengar melongo. karna Rasel yang di kenal bukan anak yang manja tapi kenapa kali ini Rasel sangat manja sekali. bahkan di tinggalpun tidak mau.
" Ren aku pulang duluan ya " pamit Rasel
" iya Sel hati- hati " ucap Rena
Rasel hanya mengangguk dan keluar dari kelasnya bersama Gavin . mereka berjalan menuju kelas Gavin sambil bergandengan tangan banyak pasang mata yang melihat tapi Gavin seakan tak perduli
" kak " ucap Rasel
" iya. " Gavin menoleh dan melihat Rasel yang sudah menunduk karna malu. .
" jangan hiraukan mereka " ucap Gavin dan semakin menggenggam tangan Rasel.
sampai di kelas teman Gavin semua benar- benar terkejut. karna Gavin bergandengan tangan dan mengajak cewek ke kelas.
Gavin terlihat cuek akan teman- temannya.
" wahhh udah berani sekarang cie.."
" udah punya ayang hahahah "
" gak jadi dehh sendiri sampai lulus hahaha "
ucapan mereka yang tak di hiraukan sama sekali sama Gavin sedang Rasel tertunduk malu.
" kamu duduk di sini aku mau membereskan barangku" ucap Gavin sambil menyeret kursinya agar Rasel bisa duduk di kursi tersebut.
Rasel langsung duduk dan genggaman tangan Rasel semakin kuat. Gavin yang menyadarinya langsung mengelus tangan Rasel dengan tangan satunya.
" tidak ada apa- apa jangan takut " ucapnya dengan lembut. Tapi Rasel matanya sudah mengembun tinggal berkedip saja air matanya sudah turun .
Gavin langsung saja memeluk Rasel. dia tau Rasel mungkin masih takut. apalagi di kelas Gavin banyak anak cowok.
" jangan nangis lagi dong sebentar aja aku beresin barangku habis itu kita pulang " ucap Gavin sambil mengelus puncak kepala Rasel dengan sayang. tapi lagi - lagi Rasel tak melepaskan pelukannya.
mereka yang melihat seperti tak percaya ketika Gavin memperlakukan cewek semanis itu. mereka melihat gerak gerik Gavin dan Rasel.
" cantik juga ceweknya "
" pantesan dia klepek - klepek hahahah "
Gavin yang mendengar ocehan itu langsung melempar buku yang ada di depannya dan dengan tatapan dingin. mereka langsung meringis dan diam tak bicara lagi .
akhirnya Gavin memasukkan barangnya dengan dia tetap di peluk oleh Rasel. tapi ada salah satu barangnya yang jatuh sehingga membuat Gavin kesulitan mengambil apa lagi dengan dia yang di peluk Rasel sangat kuat seperti ini. Bima sahabat Gavin yang menyadari langsung membantu mengambil barang tersebut dan memberikan ke Gavin.
" thanks ya" ucap Gavin
" sama- sama. kasihan dia kulihat seperti ketakutan" ucap Bima
" iya tadi ada sesuatu yang menimpanya mungkin dia masih trauma."
" cepat antar dia pulang kasihan gue lihatnya "
" iya habis ini gue langsung antar dia pulang "
Gavin langsung memasukkan barangnya dengan cepat. setelahnya membujuk Rasel lagi.
" sudah ya lepas pelukkannya kita pulang ya "
" takut " ucap Rasel dengan isak tangisnya.
" ada aku gak usah takut aku akan melindungimu " ucap Gavin lembut
seketika Rasel langsung menatap pada wajah Gavin.
" janji " ucap Rasel sambil mengacungkan jari kelingkingnya .
" janji " ucap Gavin sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Rasel.
Rasel langsung tersenyum sangat manis dan Gavin melihat senyum itu begitu indah dan sangat menenangkan.
" lapas dulu ya "
Rasel lalu melepaskan pelukannya . dan Gavin langsung menggandeng tanyannya. mereka berjalan keluar kelas menuju parkiran. seperti biasa mereka pulang bersama lagi. semua yang melihatnya dibuat tambah kepo sebenarnya ada hubungan apa Rasel dan Gavin.