bc

Revive (2019)

book_age0+
17
FOLLOW
1K
READ
like
intro-logo
Blurb

Mira Dinata berasal dari keluarga terpandang, kehidupannya pun diliputi oleh kemewahan. Tiba-tiba kehidupan Mira berubah 180 derajat sejak Ayah dan Ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan. 

Hingga akhirnya ia merasa putus asa dan ingin bunuh diri. Saat ia hendak bunuh diri, seorang lelaki bernama Rendra Ramayanto tiba-tiba mengajaknya menikah. Keputusan sulit itu diambil meski Rendra memiliki sebuah rahasia yang ia tutupi dari Mira. Lalu bagaimana kehidupan Mira setelah menikah dengan Rendra?

chap-preview
Free preview
Kumpulan itu Bernama Kalian
Sebuah mobil mewah berwarna hitam sedang melaju disebuah jalan raya. Seorang perempuan yang berseragam SMA sedang duduk di bangku belakang, pandangannya mengarah pada jendela mobil. Sesekali ia memainkan ponselnya untuk mengirim pesan. Perempuan itu adalah Mira Dinata. Tahun ini adalah tahun ketiganya di SMA. Mira sedang mengirim pesan pada sahabatnya yang juga teman satu kelasnya yaitu Intan. Terlihat 2 buah kabel headset berwarna putih menjuntai dari telinganya. Ia sesekali tertawa karena sedang asik mendengarkan siaran radio favoritnya melalui ponsel. Mobil itu pun tak lama berhenti di sebuah sekolah elit. Mira melepas headsetnya dan menaruh benda itu di jok mobil begitu saja. Tas coklatnya yang berada di sampingnya kini berada di pangkuannya. "Pak, nanti jemput jam 3 sore saja, aku ada pelajaran tambahan dulu soalnya." "baik non ..." Ucap sang supir. Mira pun membuka pintu mobil. Ia melangkah perlahan menuju gerbang sekolah. Matanya mulai mencari sinyal keberadaan Intan. Dari kejauhan terlihat Intan sedang melambaikan tangannya pada Mira, ia segera berlari kecil menuju sahabatnya itu. Mereka pun pergi menuju ruangan kelas bersama. "Tan, kamu sudah belajar untuk ulangan nanti?" "sudah dong, tapi tidak ada yang menempel sedikit pun di otak ini.haha..." "haha yang benar? Aku juga sudah belajar sih, lumayan lah aku mengerti sedikit." "Mira... kamu mengerti sedikit saja nilaimu sudah diatas 90, apalagi kalau kamu mengerti banyak?" Ucap Intan sambil mengerucutkan bibirnya dan disambut tawa oleh Mira. Tak lama bel masuk pun berbunyi. Seorang guru matematika melangkah masuk kedalam kelas dan langsung membagikan kertas ulangan untuk setiap murid. Mira akan menghadapi ulangan matematika pada pelajaran pertama. Saat istirahat, Mira dan Intan pergi ke kantin untuk istirahat. Karena Mira sedang tidak nafsu makan, ia hanya membeli roti isi kacang merah kesukaannya. Sedangkan Intan membeli roti isi keju. Setelah membeli makan, mereka berdua jalan menuju meja makan yang berada disekitaran kantin. "Mira, aku mau ngomong sesuatu sama kamu." "tentang apa? kok kamu kelihatannya serius sekali?" "aku..." Saat Intan akan berbicara, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memotong pembicaraan mereka. Dengan perawakan hidung mancung, mata besar dan deret gigi yang mirip seperti kelinci, membuatnya terlihat tampan sekaligus menggemaskan disaat yang sama. Dia adalah Herdian Wijaya, teman Mira sejak SD. "ini untuk kalian." Ucap Herdian sambil memberikan dua kotak susu cokelat. "eh Herdian, kirain siapa... Ih kamu nggak perlu kasih ini buat kita. Habis makan kita mau langsung beli minum kok..." Ujar Mira. "sudah, ambil saja. Lagipula aku mau langsung kembali ke dalam kelas." "tapi..." Belum sempat Mira melanjutkan kata-katanya, Herdian segera beranjak menjauh dari meja makan yang mereka tempati sambil melambaikan tangannya. "cie... Mira punya penggemar nih... Karena sudah dikasih, aku pun tak mau menolak." Ucap Intan sambil mengambil kotak susu yang diberikan Herdian. "apanya yang penggemar?haha... dia kan memang sudah aku kenal dari SD, jadi wajar saja kalau dia akrab dan baik sama aku." "hmm.. tapi menurutku dia bukan sekedar baik, sepertinya dia itu suka sama kamu deh. Lagipula wanita sama laki-laki itu nggak bisa berteman, pasti salah satunya ada yang suka. Kalau kamu gimana sama dia?" Dengan sedikit ragu Mira pun menjawab pertanyaan yang diajukan Intan. "hmm... aku... aku sebenarnya suka sama dia Tan, tapi..." "wah kalau begitu lebih baik kalian pacaran saja." "aku nggak ada niatan untuk pacaran Tan, lagipula aku tidak tahu perasaannya padaku seperti apa. Bisa saja dia hanya menganggapku sebagai teman biasa." "iya juga sih. Tapi siapa tahu kan kalian sama-sama suka, mau aku comblangin nggak?" "haha kamu apaan sih Tan... nggak perlu. Eh iya kenapa jadi aku yang curhat sama kamu? Bukannya tadi kamu yang mau ngomong sesuatu?" "eh iya lupa.haha... hmm... nanti aja deh ngomongnya." "lho kenapa?" Tiba-tiba bel masuk berbunyi. "soalnya udah bel masuk.haha..." "ih rese... tapi nanti cerita ya?" "iya nanti aku cerita sama kamu." Mereka berdua bergegas kembali ke dalam kelas. Karena sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir, seluruh murid kelas tiga diwajibkan mengikuti jam pelajaran tambahan setelah pelajaran terakhir. Selesai pelajaran tambahan, Mira pun pulang. Ia berjalan bersama dengan Intan menuju gerbang sekolah. Mereka pun berpisah saat sampai di gerbang, mereka dijemput oleh supir masing-masing. Mobil mewah itu sekali lagi berjalan membawa Mira didalamnya. Kali ini mobil itu mengantar Mira pulang ke rumahnya. Tak butuh waktu yang lama mereka pun sampai dirumah. "assalamualaikum... Buu... hari ini tante jadi kerumah?" "waalaikumsalam... iya sayang hari ini tante kamu baru pulang dari Paris. Katanya dia bawa oleh-oleh buat kamu tuh. Oh iya tadi gimana ulangannya?" "wah asik dong... tadi ulangannya seru Bu.hehe..." "yasudah kamu ganti baju dulu sana." Kamu pun bergegas menuju kamarmu untuk mandi dan berganti pakaian. Tak lama terdengar suara mobil datang kerumahmu. "sayaang... tante bawa oleh-oleh nih dari paris." Kata Tante Nisa yang kini sudah duduk ditempat tidurmu. Kamu keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian. Saat keluar, kamu melihat tantemu sedang duduk ditempat tidurmu dan juga beberapa bungkusan cokelat yang berada disampingnya. "waah... Tante makasih ya." Ucap Mira sambil memeluk Tantenya yang sudah lama tidak bertemu. "Iya sayang... Oh iya, maaf Tante nggak bisa lama-lama, Tante mau pulang soalnya masih ada kerjaan. Kamu yang sehat ya sayang dan tetap jaga prestasimu di sekolah." "yah kok buru-buru sih Tante... Aku kan kangen sama Tante.. Main dulu sebentar yah..." "Iya nanti kalau Tante sudah nggak sibuk, Tante main kesini ya..." Akhirnya Tante Mira pamit pulang. Mira dan Ibunya pun mengantar Tantenya sampai ke depan rumah. Selesai mengantarkan, Mira dan Ibunya bergegas menuju meja makan. "sayang, Ibu masak ini lho..." Pandanganmu tertuju pada nasi, sayur sop, tempe goreng, ayam goreng lengkap dengan sambalnya terpampang di meja makan. Mata Mira tak berkedip seolah terhipnotis oleh makanan yang disajikan. Apalagi ini buatan Ibunya yang memang pandai memasak. "wah Ibu memang tahu sekali makanan kesukaan aku. Makasih ya Bu sudah buatkan ini semua untukku." "iya sayang, Ibu juga senang kalau kamu suka sama masakan Ibu." Mereka pun makan bersama. Tiba-tiba suara mobil terdengar kembali. "Itu pasti Ayah deh. Aku jemput dulu ya bu." Mira berlari ke depan pintu. Ayahnya sudah berada disana dengan membawa tas dan jasnya. Mira menghampiri lalu segera memeluk Ayahnya. "hmm.. anak Ayah satu ini memang manja sekali." "ayo Ayah kita makan dulu. Ibu sudah buatkan masakan kesukaan kita." "kita atau kamu aja?" Mira hanya tersenyum jahil. Ayahnya pun tertawa dan mengacak-acak rambut Mira dengan gemas. Mereka berjalan bersama menuju meja makan. *** Hari-hari di SMA sudah hampir berakhir. Mira ingin sekali kuliah bersama dengan Intan, meski minat mereka berbeda. Mira ingin menjadi penulis sedangkan Intan ingin menjadi desainer terkenal. Satu minggu sudah berlalu. Keesokan harinya disekolah, Mira dan Intan seperti biasa pergi ke kantin bersama. Sesuai dengan janji Intan kemarin, akhirnya mereka pun mulai mengobrol. "Mira... maaf..." "lho belum apa-apa kok sudah minta maaf?" "Aku nggak bisa tepatin janji kita untuk kuliah bareng." Seketika Mira pun terdiam. "Mira, kamu jangan marah ya. Ayahku sudah mendaftarkanku untuk kuliah di Paris. Dan aku sudah lulus tes masuknya. Kamu tahu kan disana itu banyak sekali desainer terkenal dan Paris itu pusat fashion di dunia? Aku ingin menjemput impian ku kesana. Boleh yah?" "kok kamu minta ijin sama aku sih? Boleh dong, itu kan impian kamu Intan. Emang sih aku kesel dengar kamu nggak jadi kuliah bersama aku, tapi kan kamu kesana untuk menjemput impian kamu. Masa aku larang sih?haha..." "beneran?" "iya bener..." "aku kira kamu akan marah." Ucap Intan dengan menundukkan wajahnya. "hei ngapain kamu begitu? Aku nggak marah kok, aku justru bangga kalau sahabatku ini akan kuliah disana. Kan nggak semua orang bisa kuliah disana." "makasih ya, kamu selalu dukung aku." Mereka pun berpelukan lalu melanjutkan makan mereka kembali.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Revenge

read
742.3K
bc

Inseparable

read
378.9K
bc

Their Cursed

read
1.0M
bc

Billionaire Quadruplet Alphas

read
2.8M
bc

Enslaved By The Alpha

read
2.3M
bc

An Unexpected Wolf Rank

read
754.3K
bc

Sold to the Billionaire Alpha

read
1.7M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook