Christina merasakan gemuruh di dalam hatinya, saat Amar mengatakan bahwa Ibu kandung pria itu yang menyarankan agar mereka berdua tidak perlu melakukan pesta pernikahan apa pun. Amarahnya memuncak kala mengingat Tyas, sang Ibu mertuanya saat ini berani ikut campur dan mencuci otak Amar. Christina memang sudah merasa bahwa suatu hari, Tyas memang akan menjadi penghalang dalam rencana. Christina akan memikirkannya lagi, bagaimana cara untuk menyingkirkan Ibu mertuanya itu. 'Aku bukan Rheiny yang hanya akan diam saja! Jika dia mencari-cari masalah denganku, akan aku ladeni dia dengan sepenuh hati!' Christina bermonolog. "Apa kamu akan membiarkan mamamu mengatur kehidupan kita, Amar?!" tanya Christina dengan lembut. Dia mencoba merayu Amar dan mencuci otak pria yang sudah menjadi suaminya

