"Mama..?!" lirih Valden memanggil ibunya. "Mama di sini, Sayang!" Rheiny langsung mendorong Aland agar memberikan jarak diantara mereka dan langsung menghampiri Valden, serta fokus pada putranya. Sementara Aland, pria itu hanya tercengang karena Rheiny berani mendorongnya dan melupakannya begitu saja. Seolah tak terjadi apa pun. Aland berdiri di belakang Rheiny dan hanya menatap wanita yang sedang memberi perhatian pada anak wanita itu. "Haa!" decak Aland pelan tanpa sepengetahuan Rheiny. "Mama, aku haus," lirih Valden. "Valden ingin minum, bisa tolong bantuin Valden?!" tanya Valden pelan. "Sebentar. Biar mama ambilkan ya," ucap Rheiny dan segera berbalik. "Maaf, bisakah Anda geser sedikit?!" Begitu Rheiny berbalik, di sana ada Aland. Membuatnya sedikit sulit bergerak, karena ham

