Prolog
Alhamdulillahi Robbil Alamin, segala puji bagi Allah subhana wata'ala karena telah memberikan saya kesempatan untuk menulis cerita ini, manfaatnya silahkan di ambil, keburukannya jangan di contoh dan di buang jauh-jauh.
Untuk itu ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada pembaca :
1. Cerita ini di publikasikan agar pembaca dapat belajar dan mengambil manfaat dari kisah ini.
2. Kemungkinan besar saya akan slow update, tetapi semoga Allah senantiasa memberikan saya sebuah inspirasi dan motivasi untuk melanjutkan cerita ini. Saya masih pemula, jadi maafkan cerita saya yang mungkin kata-kata atau adegannya tak bisa saya tulis dengan apik.
3. Cerita ini berlatar di daerah Makassar, namun saya akan mengubah dialek bahasa makassar menjadi bahasa Indonesia untuk kenyamanan pembaca. Mungkin akan ada sedikit dialek Makassar yang ditampilkan.
Terimakasih atas perhatiannya.
***
Ketika Allah memberikan kita nikmatnya mencintai dan di cintai, maka harusnya kita pun harus bersiap menerima kemungkinan terburuk, seperti patah hati dan di tinggalkan.
Ketika Allah memberi nikmat untuk bersama dengan orang yang kita cintai serta mencintai kita. Maka itu adalah salah satu nikmat terbesar yang di berikan Allah kepada kita.
Namun ketika Allah memilih untuk membuat hati kita patah berulang kali, itu adalah cara Allah membuat kita lebih dekat kepadanya.
Bersyukurlah,
Masih bisa merasakan indahnya cinta kepada makhluk namun jangan lupa bahwa cinta terbesar adalah Cinta Allah kepada Hambanya dan Cinta Hamba kepada Tuhannya.