Sakura

1526 Words
"Bu Sakura?" sapa Princess Aluna Lucky. "Aluna, ada yang ingin saya tanyakan padamu," ujar sakura, bu reina sambil mengajak Princess Aluna Lucky dan Sakura meninggalkan tempat tersebut. Sesampainya di sebuah kafe yang agak sepi, mereka masuk ke dalam dan memesan makanan serta minuman, karena saat itu jam makan siang. "Ada apa, Bu Sakura?" tanya bu reina. "Jangan panggil saya seperti itu, saya adalah anak ibu," kata Sakura dengan tegas. Bu Reina dan Princess Aluna Lucky saling memandang dengan ekspresi penuh tanda tanya. "Maksudmu?" tanya Princess Aluna Lucky. "Ya, saya tahu, Bu Reina adalah ibu yang telah mengandung dan melahirkan saya melalui jasa sewa rahim yang diminta oleh orangtua saya," ungkap Sakura. "Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Princess Aluna Lucky heran. "Saat mama meninggal dunia tahun lalu, dia memberikan saya sebuah buku harian yang berisi tentang kelahiran saya. Kemudian, saya menyewa seorang informan untuk mencari tahu tentang ibu yang mengandung saya," jelas Sakura. "Rahasia usaha kami cukup ketat, bagaimana informan itu bisa tahu?" tanya Bu Reina dengan kebingungan. "Bukan itu permasalahannya. Yang ingin saya tanyakan, Aluna, apakah kamu memiliki perasaan pada suami saya?" tanya Sakura dengan serius. "Maksudmu, Oliver Richie?" tanya Princess Aluna Lucky sambil tertawa. "Kenapa kamu tertawa? Ini pertanyaan serius," tegas Sakura. "Tidak sama sekali, Sakura. Aku sama sekali tidak tertarik dengan suamimu," jawab Princess Aluna Lucky dengan tegas. "Apakah kamu yakin?" tanya Sakura dengan ekspresi serius. "Ya, kenapa? Apakah kamu cemburu?" balas Princess Aluna Lucky dengan keheranan. "Lalu, kenapa kamu menerima tawarannya untuk menyewakan rahimmu?" tanya Bu Reina terkejut. "Permintaan dari klien menjadi alasan utama bagiku. Selain itu, aku juga ingin merasakan bagaimana menjadi seorang ibu pengganti," jawab Princess Aluna Lucky dengan tulus. "Bagaimana kamu bisa tahu bahwa Aluna yang akan mengandung anak kalian?" tanya Bu Reina dengan keheranan. "Oliver Richie yang memberitahuku tadi ketika aku pura-pura bertanya padanya," ungkap Sakura dengan jujur. "Hanya itu saja yang ingin kau tanyakan padaku, Sakura?" ucap Princess Aluna Lucky sambil tersenyum mengejek. "Ya, saya juga ingin mengenal lebih dekat dengan Bu Reina. Oliver sama sekali tidak tahu tentang ini," tambah Sakura. "Sebegitu cintakah kamu dengan Oliver Richie? Apa yang kamu lihat dari pria itu?" tanya Bu Reina dengan rasa ingin tahu. "Kami menikah karena alasan bisnis," jawab Sakura dengan jujur. "Sejak kematian mama, papa tidak memiliki semangat hidup sehingga saham perusahaannya anjlok drastis. Oliver Richie membeli perusahaanku dengan syarat aku menikahinya," jelas Sakura dengan sedih. "Jadi cerita tentang kamu keguguran?" tanya Princess Aluna Lucky. "Memang benar aku pernah mengalami keguguran, tapi itu karena aku mengonsumsi obat penggugur kandungan," akui Sakura dengan jujur. "Kenapa?" tanya Bu Reina heran. "Aku tidak ingin merasakan sakitnya melahirkan dan badanku menjadi melar karena hamil dan melahirkan," jelas Sakura dengan alasan yang klise. "Baiklah, itu saja yang ingin kutanyakan. Aku pamit," ucap Sakura sambil meninggalkan mereka berdua dan meminum habis segelas cappuccino. Princess Aluna Lucky dan Bu Reina saling memandang setelah Sakura pergi. Mereka merasa terkejut dengan pengakuan dan cerita yang baru saja mereka dengar. "Bu Reina, apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang?" tanya Princess Aluna Lucky dengan kebingungan. Bu Reina merenung sejenak sebelum menjawab, "Kita harus memikirkan dengan matang bagaimana menghadapi situasi ini." Princess Aluna Lucky mengangguk, memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara emosi dan kepentingan pribadi. "Mungkin ini adalah kesempatan bagimu, Aluna, untuk belajar lebih dalam tentang kehidupan dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi tantangan," tambah Bu Reina dengan penuh kebijaksanaan. "Menurut ibu, apa maksud Sakura dengan semua pertanyaan dan pernyataannya?" tanya Princess Aluna Lucky. "Ibu juga bingung, Aluna," jawab Bu Reina dengan rasa kebingungan. "Bagaimana perasaan ibu ketika Sakura mengungkap bahwa dia adalah anak yang ibu kandung?" tanya Princess Aluna Lucky dengan penuh perhatian. "Tidak tahu, Aluna. Ibu bingung. Memang ibu melahirkan dua kali, namun kedua kalinya ibu hanyalah seorang ibu pengganti dan tidak ada ikatan DNA dengan anak itu. Mungkin karena itu, ibu tidak memiliki perasaan yang sama seperti pada Liliana Gerald," jelas Bu Reina dengan sedih. "Aluna bingung, kenapa dia menanyakan perasaan Aluna tapi dia juga tidak mau mengandung. Dia wanita yang aneh," ucap Princess Aluna Lucky dengan keheranan. "Ya, mamanya juga. Kenapa harus menceritakan hal-hal yang seharusnya tidak perlu diceritakan," tambah Bu Reina dengan rasa kebingungan. "Kita habiskan makanan kita dulu, Bu, lalu kita refreshing sebentar," ucap Princess Aluna Lucky sambil mencoba mengalihkan perhatian mereka. Ketika mereka keluar dari kafe, Sakura masih berada di sana bersama seorang laki-laki dan terlihat asyik mengobrol. "Kamu masih di sini, Sakura?" tanya Princess Aluna Lucky. "Oh, kalian sudah selesai?" jawab Sakura dengan acuh tak acuh dan tidak menggubris mereka. "Siapa laki-laki ini?" tanya Princess Aluna Lucky dengan rasa ingin tahu. "Ini? Ah, kalian tidak perlu tahu urusan pribadiku," jawab Sakura dengan nada sinis. "Ayo, Bu, kita pergi. Dia wanita yang aneh. Padahal cantik, putih, dan elegan, tapi terlihat murahan. Maaf, Bu, jika ibu tersinggung," ucap Princess Aluna Lucky dengan rasa prihatin. "Tidak, Aluna. Mama nya juga dulu adalah istri kedua yang dinikahi papanya karena perselingkuhan," jelas Bu Reina. "Ibu tahu ceritanya?" tanya Princess Aluna Lucky dengan keheranan. "Ya, saat itu orangtuamu berdebat saat mereka datang untuk menggunakan jasa kami," ungkap Bu Reina dengan sedih. "Sakura benar-benar memiliki cerita yang rumit," ucap Princess Aluna Lucky dengan suara tertahan. "Iya, Aluna. Kita tidak bisa mengubah masa lalu dan keputusan yang telah dibuat. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mendukung Sakura sebisa mungkin," kata Bu Reina dengan penuh perhatian. "Kenapa ibu mau menjadi ibu pengganti kedua pasangan itu?" tanya Princess Aluna Lucky. "Ibu penasaran apakah anak yang ibu kandung akan membuat mereka tetap bersama atau akan berakhir seperti istri pertama," jawab Bu Reina dengan jujur. "Ibu memang orang yang rumit," ucap Princess Aluna Lucky dengan rasa pengertian. "Jujur, Aluna, ibu menjadi candu akan kehamilan dan kelahiran bagi pasangan yang membutuhkan. Ada banyak cerita di balik itu, Aluna," jelas Bu Reina dengan penuh pengetahuan. "Lalu?" tanya Princess Aluna Lucky dengan rasa ingin tahu. "Pada kehamilan kedua, ibu mengalami perdarahan yang cukup serius. Orangtua mu sangat khawatir, namun syukurnya ibu dan melaluinya. Sejak itu, Bu Gelora dan Pak Bobby melarang ibu untuk mengandung anak orang lain lagi, dan membiarkan ibu berkeliling dunia," ungkap Bu Reina dengan sedih. "Apakah seserius itu, Bu?" tanya Princess Aluna Lucky dengan kekhawatiran. "Ya, Aluna. Makanya ibu bertanya padamu berulang kali," ucap Bu Reina dengan rasa kepedulian. Tiba-tiba, Richie menelpon mereka. "Halo, Aluna. Apakah Sakura bersama kalian? Dia berkata ingin bertanya pada kalian tentang jasa sewa rahim," ucap Richie melalui telepon. "Tadinya memang bersama kami, lalu kami berpisah setelah makan siang," jawab Princess Aluna Lucky. "Baiklah, terima kasih," ucap Richie sebelum mengakhiri teleponnya. "Kenapa, Aluna?" tanya Bu Reina dengan rasa penasaran. "Richie mencari Sakura," jawab Princess Aluna Lucky dengan kekhawatiran. "Oh, apakah Sakura tidak memberitahunya?" tanya Bu Reina dengan keheranan. "Sakura memberitahu Richie akan menemui kita, Bu. Tapi siapa laki-laki yang berbicara dengan Sakura tadi? Apa dia selingkuhannya?" tanya Princess Aluna Lucky dengan kebingungan. "Bu benar-benar bingung, Aluna. Kita akan segera sampai di rumah. Kita bisa melupakan tentang Richie dan Sakura sejenak," kata Bu Reina dengan suara lembut. Sesampainya di rumah, Princess Aluna Lucky dan Bu Reina membersihkan diri mereka dan Bu Reina memasak berbagai cemilan untuk mereka nikmati saat menonton drama Korea. Mereka menonton beberapa episode drama Korea dengan antusias dan terlalu asyik hingga lupa waktu. Sudah sore ketika handphone Princess Aluna Lucky tiba-tiba berdering, kali ini dari Liliana Gerald. "Aluna, Aluna," panggil Liliana dengan suara histeris. "Kamu ada di mana, Liliana? Ada apa?" tanya Princess Aluna Lucky dengan rasa khawatir. "Papa dan mama, mereka kecelakaan , Aluna," ucap Liliana dengan suara terguncang. "Kamu ada di mana sekarang?" tanya Princess Aluna Lucky dengan rasa cemas. "Aku ada di rumah sakit, Aluna," jawab Liliana dengan suara tertekan. Princess Aluna Lucky merasa terkejut dan terpukul mendengar kabar yang Liliana berikan. Ia segera merasa cemas dan ingin segera pergi ke rumah sakit. "Bu, Liliana mengatakan bahwa papa dan mama nya mengalami kecelakaan. Kita harus segera pergi ke rumah sakit," ucap Princess Aluna Lucky dengan suara gemetar. Bu Reina mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Tentu, Aluna. Kita akan segera pergi. Kita harus tetap tenang dan memberikan dukungan pada Liliana dalam saat-saat sulit ini." Setelah tiba di rumah sakit, Princess Aluna Lucky dan Bu Reina menemui Liliana yang terlihat hancur dan lemah. Mereka memberikan dukungan dan kehangatan pada Liliana, berusaha untuk menguatkan hatinya di tengah kesedihan yang mendalam. "Kita akan selalu ada untukmu, Liliana. Kita akan melewati masa-masa sulit ini bersama-sama," ucap Princess Aluna Lucky dengan penuh kasih sayang. Bu Reina menggenggam tangan Liliana dengan lembut. "Kita akan mendukungmu sepanjang perjalanan ini. Kamu tidak sendiri, Liliana." "Bu Axel dan suaminya telah selesai dioperasi. Perdarahannya cukup serius, tapi kami berhasil menanganinya. Saat ini, kita hanya perlu menunggu mereka melewati masa kritis dan sadar," ujar salah satu dokter keluar dari ruang operasi. "Bagaimana kejadiannya, Liliana?" tanya Princess Aluna Lucky dengan khawatir. "Aku sedang pergi ke minimarket saat kami pulang dari pantai. Tiba-tiba, ada mobil yang menabrak mobil kami yang sedang berhenti di pinggir jalan," jelas Liliana dengan suara terguncang. Sementara itu, Oliver Richie terlihat khawatir saat bertanya pada bagian administrasi, "Di mana pasien atas nama Sakura?" Tiba-tiba, Princess Aluna Lucky melihat Oliver Richie dan mereka saling memandang dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. "Richie?" panggil Princess Aluna Lucky dengan suara terkejut. "Aluna?" balas Oliver Richie dengan suara terkejut pula.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD