IVF ( Fertilisasi In Vitro )

1597 Words
Setelah Liliana Gerald, Princess Aluna Lucky, dan Bu Reina selesai makan malam, mereka tidur di kamar Princess Aluna Lucky. Bu Reina memegang erat tangan Liliana Gerald yang sudah tertidur pulas. Dia sempat memegang tangan mungil bayi pertama yang lahir dari rahimnya sebelum memberikannya kepada orangtuanya. Bu Reina meneteskan air mata sambil memandang wajah Liliana Gerald. Saat itu, Bu Axel tidak memiliki ovum yang baik untuk dilakukan IVF dengan s****a suaminya, sehingga Bu Reina diam-diam menggunakan ovumnya tanpa memberitahu kedua pasangan itu. "Apakah kamu yakin, Reina?" tanya Bu Gelora padanya. "Ya, saya yakin, Bu. Saya ingin melihat senyuman pada kedua orangtua tersebut yang sangat mendambakan seorang anak di usia mereka." "Baiklah, kalau itu permintaanmu." Mengenang masa itu, Bu Reina semakin menggenggam erat tangan Liliana Gerald, anak yang sudah puluhan tahun membahagiakan keluarga yang mendambakan seorang anak. **** Keesokan paginya, Princess Aluna Lucky dan Liliana Gerald terbangun dengan mencium aroma harum dari dapur. "Hmm, wangi sekali aroma soto yang dimasak Bu Reina." "Iya, ayo kita turun ke bawah untuk menyantap soto buatan Bu Reina." Princess Aluna Lucky dan Liliana Gerald pun turun ke bawah untuk menyantap soto buatan Bu Reina. Mereka duduk di meja makan dan menikmati hidangan yang lezat itu. "Bu Reina, soto ini benar-benar enak! Terima kasih sudah memasak untuk kami," ucap Princess Aluna Lucky sambil tersenyum. "Tidak ada masalah, Princess. Ibu senang bisa membuat makanan yang kalian sukai," jawab Bu Reina dengan ramah. Liliana Gerald mengangguk setuju. "Iya, Bu Reina. Kamu memang jago dalam memasak. Setiap hidanganmu selalu lezat dan membuat kami bahagia." Bu Reina tersenyum bangga mendengar pujian dari keduanya. "Terima kasih, Liliana. Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian." Mereka melanjutkan makan soto dengan penuh kebahagiaan dan tawa. Setelah selesai makan, mereka berbincang-bincang dan saling berbagi cerita. Suasana hangat dan harmoni terasa di antara mereka. "Kalian ada jadwal kuliah hari ini?" tanya Bu Reina. "Tidak, Bu. Hari ini saya ada janji dengan mama papa untuk pergi ke pantai bersama. Setelah ini saya akan pamit pulang," jawab Liliana Gerald. "Baiklah, bawakan soto untuk mereka juga. Ibu dan Aluna kirim salam untuk kedua orangtuamu. Kami akan mengantarmu pulang," kata Bu Reina dengan ramah. "Ya, Bu. Terima kasih banyak. Papa mama pasti senang makan soto dari ibu," ucap Liliana Gerald dengan senyum. "Sering-seringlah main ke sini bersama kami. Ibu akan memasak untukmu juga," tambah Bu Reina. "Baiklah, Bu," jawab Liliana Gerald. Setelah mereka menghabiskan semangkuk soto dan sepiring nasi, Liliana Gerald dan Princess Aluna Lucky bersiap untuk mengantar Liliana Gerald pulang. "Ayo, naiklah ke mobil. Ibu dan Aluna akan mengantarmu pulang, sekalian mengenal orangtuamu," kata Princess Aluna Lucky. Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol asyik tentang berbagai hal dan merencanakan liburan bersama di lain waktu. "Sudah sampai rumah, Bu. Ibu dan Aluna mau singgah sebentar?" tanya Liliana Gerald. "Tidak, Liliana. Lain kali saja. Itu papa mama mu?" tanya Bu Reina. "Iya, Pa Ma. Liliana pulang," jawab Liliana Gerald. Liliana Gerald berlari memeluk kedua orangtuanya dan masuk ke dalam rumah. "Bu, apakah Anda yakin tidak akan memberitahu perihal asal usulnya?" tanya Princess Aluna Lucky setelah mereka mengantar Liliana Gerald pulang ke rumahnya. "Tidak, Aluna. Mungkin suatu saat, tapi bukan hari ini. Saya tidak ingin membuat orangtuanya bersedih karena keegoisan saya," jawab Bu Reina dengan tulus. "Kita mau kemana ini, Bu?" tanya Princess Aluna Lucky. "Kita akan ke laboratorium untuk bertemu pasangan Richie dan Sakura, untuk melakukan IVF," jelas Bu Reina. Setelah mereka berhenti di parkiran laboratorium dan bertemu pasangan Oliver Richie dan Sakura, Sakura melihat sekilas ke arah Princess Aluna Lucky. "Sayang, siapa wanita itu? Bukankah kamu bilang pemiliknya seorang ibu paruh baya?" tanya Sakura heran. "Ya, dia wanita yang akan mengandung anak kita, Sakura," jawab Oliver Richie. "Bagaimana mungkin wanita seumur dan secantik dia mau mengandung anak orang lain?" tanya Sakura bingung. "Aku yang menyuruhnya, Sakura," ungkap Oliver Richie. "Kenapa?" tanya Sakura penasaran. "Karena dia terlalu arogan, dan sekarang dia membutuhkan uang kita, sayang," jelas Oliver Richie. "Apa? Aku tidak mengerti maksudmu, sayang," ucap Sakura bingung. Terlihat ada perdebatan kecil antara Oliver Richie dan istrinya, Sakura. Setelah bertemu dengan dokter, dokter menjelaskan prosedur pengambilan s****a dan ovum. Mereka sebelumnya sudah diberikan pil hormon untuk dikonsumsi sebagai salah satu prosedur IVF. Setelah pengambilan s****a dan ovum berhasil, dokter menyuruh mereka kembali dalam 6 minggu untuk melihat hasilnya. "Inilah laboratorium yang sudah berjasa membantu para pasangan untuk mendapatkan anak mereka melalui jasa sewa rahim," bisik Bu Reina pada Princess Aluna Lucky. Princess Aluna Lucky menatap Bu Reina dengan tatapan penuh kekhawatiran. "Bu, apakah ini benar-benar yang terbaik bagi mereka? Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan situasi ini." Bu Reina menyadari kekhawatiran Princess Aluna Lucky. Ia mengambil tangan Princess Aluna Lucky dengan lembut dan berkata, "Aluna, aku mengerti perasaanmu. Keputusan ini memang sulit, tetapi Oliver dan Sakura telah mempertimbangkannya dengan matang. Mereka sangat ingin memiliki seorang anak, dan ini adalah pilihan terbaik yang mereka miliki saat ini." Princess Aluna Lucky menggigit bibirnya, masih ragu dengan keputusan ini. Namun, ia tahu bahwa ia harus menghormati keputusan Oliver dan Sakura sebagai pasangan yang ingin memiliki anak. "Mungkin kita harus memberikan dukungan dan harapan kepada mereka, Bu. Semoga semua ini berjalan dengan baik," ucap Princess Aluna Lucky dengan suara lembut. Bu Reina mengangguk setuju. "Benar, Aluna. Kita harus mendukung mereka sebisa mungkin. Semoga proses ini berjalan lancar dan membawa kebahagiaan bagi Oliver, Sakura, dan juga bagi kita semua." Princess Aluna Lucky dan Bu Reina melanjutkan perjalanan pulang dengan perasaan campur aduk. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan menjaga kerahasiaan tentang proses ini. Di dalam hati, Princess Aluna Lucky berharap semoga keputusan ini membawa kebahagiaan dan keberhasilan bagi Oliver, Sakura, dan juga bagi dirinya sendiri. "Kenalkan, Aluna. Ini istriku, Sakura. Sakura, ini Princess Aluna Lucky yang akan membantu kita," kata Oliver Richie sambil memperkenalkan Princess Aluna Lucky kepada Sakura. Princess Aluna Lucky pun bersalaman dengan Sakura sambil tersenyum. "Kalau boleh saya tahu, apa masalahnya, Pak Oliver Richie dan Sakura, sehingga memakai jasa sewa rahim?" tanya Princess Aluna Lucky dengan penuh kepedulian. "Ah, Bu Reina, istri saya sudah mengalami keguguran sebanyak 3 kali. Menurut dokter, rahimnya lemah, dan saya tidak ingin membuat istri saya menderita kaena terus mengalami keguguran dan melewati masa berduka," jelas Oliver Richie dengan sedih. "Oh, begitu. Baiklah, kita akan berdoa yang terbaik untuk Anda dan istri. Semoga proses IVF berhasil," ucap Bu Reina dengan penuh harapan. "Ah, ya, Aluna. Kamu tidak akan goyah dan berubah pikiran, kan?" tanya Oliver Richie khawatir. "Semoga saja tidak, Richie," jawab Princess Aluna Lucky dengan mantap. Oliver Richie dan Sakura pun keluar dari laboratorium, diikuti oleh Bu Reina dan Princess Aluna Lucky yang mengamati proses IVF yang dilakukan oleh dokter. Dokter dengan cermat melakukan proses IVF, dengan mengambil s****a dan ovum yang telah disiapkan sebelumnya. Bu Reina dan Princess Aluna Lucky memperhatikan dengan seksama, penuh harapan bahwa proses ini akan berhasil. "Halo, Bu Reina," sapa dokter tersebut kepada Bu Reina. "Halo, Dokter. Ini Princess Aluna Lucky, anak Pak Bobby dan Bu Gelora," jawab Bu Reina sambil memperkenalkan Princess Aluna Lucky kepada dokter. Princess Aluna Lucky tersenyum sambil menyapa dokter tersebut. "Pasangan tadi cukup kooperatif ya, masih sangat muda juga. Sayang sekali harus menjalani proses IVF," kata dokter dengan simpati. "Iya, Dokter. Istrinya memiliki rahim yang lemah," jelas Bu Reina. "Jadi, siapa wanita yang akan membawa embrio mereka nanti?" tanya sang dokter kepada Bu Reina. "Aluna, Dokter. Itu permintaan klien kita," jawab Bu Reina. "Oh ya? Apakah Aluna setuju? Kamu belum menikah kan?" tanya dokter dengan keheranan. "Belum, Dokter. Saya juga penasaran apa yang telah dilewati Bu Reina," jawab Princess Aluna Lucky. "Wah, saya salut dengan keberanianmu, Aluna," ucap dokter dengan penuh penghargaan. "Jadi, bagaimana proses IVF ini, Dokter?" tanya Princess Aluna Lucky dengan antusias. "Ah, kamu juga dokter kan seperti orangtuamu?" tanya dokter sambil tertawa. "Iya, Dokter. Saya masih kuliah," jawab Princess Aluna Lucky. "Nah, umumnya sebulan sekali wanita menghasilkan 1 buah ovum untuk dibuahi. Tapi dalam proses IVF ini, kami melakukan rangsangan pada ovum untuk dikeluarkan beberapa, kemudian meminta s****a sang pria yang sudah diperiksa sebelumnya. Nah, ini tahap kita akan menggabungkan sel s****a dan ovum untuk membentuk embrio, dan nanti embrio akan disuntikkan pada rahim sang wanita," jelas dokter dengan sabar. "Apakah proses IVF ini akan selalu berhasil?" tanya Princess Aluna Lucky dengan rasa ingin tahu. "Tahap perkembangan embrio di rahim sang wanita itu tergantung pada Yang Maha Kuasa juga, ya, Aluna," jawab dokter dengan bijaksana. "Wah, menarik sekali," ucap Princess Aluna Lucky dengan antusiasme. Princess Aluna Lucky yang semakin tertarik dengan penjelasan dokter, bertanya lagi, "Dokter, apakah ada risiko atau komplikasi yang perlu diperhatikan dalam proses IVF ini?" Dokter mengangguk dan menjawab, "Tentu, Aluna. Seperti pada setiap prosedur medis, proses IVF juga memiliki risiko dan komplikasi potensial. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah reaksi terhadap obat-obatan yang digunakan, kegagalan fertilisasi atau implantasi, dan kemungkinan kehamilan kembar. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk meminimalkan risiko dan memastikan proses berjalan dengan baik." Princess Aluna Lucky mengangguk mengerti. Ia merasa semakin terinspirasi untuk belajar lebih banyak tentang reproduksi dan membantu pasangan yang mengalami kesulitan dalam memiliki anak. "Dokter, terima kasih atas penjelasannya. Saya berharap semoga proses IVF ini sukses dan membawa kebahagiaan bagi pasangan tersebut," ucap Princess Aluna Lucky dengan penuh harapan. Dokter tersenyum dan memberikan dukungan, "Terima kasih, Aluna. Semoga keberanianmu dan semangatmu dalam membantu pasangan ini memberikan hasil yang baik. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut atau ingin berdiskusi, jangan ragu untuk menghubungi kami." Setelah itu, Bu Reina dan Princess Aluna Lucky mengucapkan terima kasih kepada dokter dan meninggalkan laboratorium dengan perasaan yang penuh harapan dan semangat. Mereka berjanji untuk terus mendukung dan mendoakan pasangan tersebut selama proses IVF berlangsung, dengan harapan bahwa mimpi mereka untuk memiliki seorang anak akan segera terwujud.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD