Black card

1038 Words

Suasana ruang makan kediaman keluarga Morries pagi itu memang tenang, seakan tidak pernah ada keributan. Namun di balik ketenangan itu, ada ketegangan yang mengendap, mengikat erat setiap helaan napas yang keluar dari Nayla dan Nyonya Nara. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring porselen terdengar, seperti irama monoton yang menutupi badai di hati kedua wanita licik itu. Rea duduk anggun di sisi kanan Tuan Morries, wajahnya penuh senyum lembut. Namun sorot matanya dingin, penuh strategi. Ia tahu Nayla sedang terbakar amarah. Dari cara gadis itu menghela napas kasar dan tatapan matanya yang terus melirik sinis, Rea bisa merasakan betapa Nayla ingin meledak saat itu juga. Dan justru hal itu membuat Rea semakin tenang, semakin mantap dengan rencana yang ia susun. Senyumnya mengemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD