Lorong panjang kediaman keluarga Vauline kini penuh dengan ketegangan. Isak tangis Nayla bercampur dengan wajah babak belur buatannya sendiri seolah-olah ia adalah korban dari kebengisan Rea. Rambutnya acak-acakan, pipinya merah seolah baru saja ditempeleng berkali-kali. Dengan dramatis ia berlari dan langsung memeluk Nyonya Nara. Air mata mengalir deras, seakan setiap tetesnya membawa cerita penderitaan. Nyonya Nara menatap Nayla penuh rasa khawatir ia sangat takut anaknya benar dihajar oleh Rea. "Apa benar, Rea memukulmu?" tanya Nyonya Nara sambil berbisik pelan saat Nayla menangis memeluknya. Nayla menggelengkan kepalanya memberi tahu kebenaran pada sang ibu setelahnya Nayla menggerakan matanya memberi kode pada sang ibu untuk bergabung dalam sandiwara yang diciptakannya. mengetahi

