Loui mendorong kursi rodanya ke tengah ruangan. Suara gesekan rodanya di lantai marmer membuat semua orang terdiam. Sorot matanya dingin, penuh keyakinan. Lalu ia mengangkat ponsel pintarnya tinggi-tinggi, membuat semua orang tanpa terkecuali memusatkan pandangan ke arahnya. Bahkan Dreck yang biasanya penuh percaya diri kini ikut terdiam, keningnya berkerut. Tuan Vauline mengangkat alis. “Apa maksudmu, Loui?” “Lihatlah ini,” jawab Loui singkat. Jemarinya lantas menyentuh layar, dan sebuah video rekaman CCTV diputar. Hening. Semua mata terfokus pada layar kecil itu. Dalam rekaman, terlihat jelas sosok Nayla yang awalnya menarik tangan Rea, kemudian mendorongnya. Adegan berlanjut dengan Nayla yang secara membabi buta memukul wajahnya sendiri, bahkan merngacak-acak rambutnya, lalu berteri

