Kepercayaan diri dari Dreck.

1014 Words

Disaat yang lain kembali ke ruang keluarga, langkah Dreck terhenti tiba-tiba karena tangan ibunya, Nyonya Jessi, menariknya dengan kuat. Dreck menoleh dengan heran, belum sempat bertanya, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Suara tamparan itu bergema di lorong megah kediaman Vauline, membuat beberapa pelayan yang lewat menahan napas ketakutan lalu segera melangkah pergi tidak ingin melihat lebih jauh. “Kenapa Mama menamparku?!” seru Dreck lantang, matanya membelalak penuh amarah sekaligus tidak percaya. “Tamparan itu untuk menyadarkanmu dari kebodohanmu!” tegas Nyonya Jessi dengan sorot mata tajam, wajahnya merah menahan emosi. “Dreck, apa kau tidak sadar? Tadi, saat Rea difitnah habis-habisan oleh Nayla, kenapa kau justru membela Nayla?!” Dreck terdiam sesaat, sebelum akhirnya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD