Rea berjalan menyusuri lorong panjang kediaman utama Vauline dengan langkah hati-hati. Aroma bunga mawar dari taman samping menembus jendela-jendela besar, menyelusup ke udara dan menenangkan pikirannya. Namun, kegelisahan tetap saja menyelimutinya. Sejak tadi di ruang keluarga ia tidak melihat Loui, padahal ada hal yang ingin ia sampaikan memang dari dulu Loui jarang terlihat berbaur dengan Tuan Vauline meski lelaki itu Ayah kandungnya, bahkan dikehidupa lalu juga seperti itu, dan Rea tidak mengetahui apa sebabnya seperti ada pembatas antara Loui dan Tuan Vauline. Perlahan Rea memberhentikan salah seorang pelayan yang lewat. Dengan suara lembut ia bertanya, “Maaf… bolehkah aku tahu di mana Tuan Loui berada?” Pertanyaan itu membuat pelayan tersebut mengernyit bingung. Biasanya, setiap

