Double Date yang "canggung"

1829 Words
setelah Arya melakukan perhitungan pada Irma terhadap apa yang sudah dilakukannya kepada Karina Arya pun menghampiri Karina, Dino dan Nita "Mas..." tanya Karina dengan memegang lengan Arya sambil senyum dan memegang tangan Karina "udah mas gapapa kok sayang" jawab Arya Karina tau bahwa itu bukan apa-apa, tapi Karina tidak berani untuk bertanya lebih kepada Arya Dino yang menba mencairkan suasana "Dah yuk... jadi nggak? ntar telat lho nontonnya, berangkat pake satu kendaraan atau gimana nech?" tanya Dino "katanya mas mau cari buku?" tanya Karina pada Arya "iya nanti setelah nonton khan bisa" senyum Arya yang masih dirasa Karina setengah memaksa "tapi .. kalo kita jadi satu kendaraan trs mobilku gimana?" tanya Karina yang bingung "aduhh iya yah" jawab Dino dengan menepuk jidatnya "ya kalo gt kamu sama mas Arya aja In.. aku sama si Dinosaurus ini" kata Nita dengan entengnya "Heehhh... dinosaurus? dikata aku hewan purba kali yah" Dino tak terima sambil mengangkat alisnya dan melihat Nita Nita yang salah tingkah sendiri lalu dengan cueknya "dahh ahh.. berangkat yuk, ntar telat loh, khan katanya nonton dulu baru nyari buku akhirnya mereka masuk ke dalam mobil masing-masing karina dengan arya dan Nita dengan Dino dalam mobil, Arya yang lebih banyak menatap ke jalan dan dirasa Karina benar-benar sedang badmood maksimal akhirnya karina memberanikan diri untuk memecah suasana "Mas....." sapa Karina sambil memberanikan untuk memegang tangan Arya "ehmmm... " jawab Arya tapi dengan nada yang lembut "Mas gapapa khan? kenapa dari tadi diem aja mas? apa yang salah? atau aku yg bikin salah ke mas?" tanya Karina Arya menatap lekat pada Karina, karena mereka sedang ada di traffic light dan menunggu lampu hijau sambil menarik napas, " Mas gapapa kok sayang, cuma memang mas nggak suka aja kalo orang yang mas sayangi sampe dijahatin atau disakitin aja... mas bener-bener nggak rela" jelas Arya pada Ina "makanya mas bener-bener emosi buat mas itu sudah bener-bener keterlaluan, untung masih disekolah, kalo misalkan ditempat umum gimana?" Karina yang terhenyak dengan perkataan Arya, lalu berkata "ehhh, orang yang... mas... sayang?" tanpa disadari oleh karina jika pipinya sudah memerah "iya... salah memangnya mas emosi gini?" sambil mengelus pipi Karina karina yang langsung menunduk dan menggeleng "maksudnya orang yang mas sayang itu apa?" tanya Karina untuk memperjelas "maksudnya itu..." belum sampai Arya menjelaskan lampu traffic berubah menjadi hijau dan akhirnya mereka pun sampai di mall yang dituju in another car "kamu nanti mau beli apa aja? atau pengen apa?" tanya Dino pada Nita "maksudnya nawarin tuh beliin atau gimana nech" tanya Nita dengan jelas "iyalah, khan aku yang ngajak kamu, ehhh tasnya ga udah dibawa kali yah, bw dompet sm Hp aja" "yakin nech? ya udah aku taruh sini aja yah" "ukuran baju kamu apa" "haaahh... ngapain pake nanyain ukuran baju segala" tanya Nita sambil memincingkan mata " masa iya kamu mau jalan- jalan pake seragam gitu ahh... ga dech, disangkain aku ngajak anak orang bolos lagi" "heee... kukira kenapa?" "pikirannya tuh" "tebak aja coba" jawab Nita dengan santainya sambil mengambil handphone dan dompetnya Dino yang mendapat jawaban seperti itu langsung mengangkat alisnya "nebak?? megang atau ngeliat nech?" jawabnya menggoda Nita Nita yang sadar dengan aksinya Dino "dasssaaarrrr.... ya mikir ajalah... ngira-ngira masa nggak bisa?" jawab nita yang sebal tapi dia merasakan jika pipinya sudah memanas "duhhh lucunyaaaa kalo ngambek" sambil mencubit pipi Nita "saakiittt ahh" sambil memukul tangan Dino di lain tempat "nanti tasnya ditinggal aja yah, kamu bawa dompet sama handphone aja, nanti setelah ini kamu ke salon,sekalian mandi disitu bilang aja numpang mandi kalo nggak ntar mas yang bilang" perintah Arya pada Karina Karina yang mengangguk mendengar kata-kata Arya, kesulitan membuka seat belt, Arya yang mengerahui itu langsung membantu Karina tanpa mereka sadari wajah mereka yang berdekatan Karina yang sadar langsung memalingkan muka melihat kedepan Arya yang senyum melihat Karina, lalu mencium pipi karina dengan cepat seatbelt pun lepas Karina yang serasa tak percaya jika diriny mendapatkan ciuman dari Arya merasakan wajahnya yang tambah panas dan dadanya yang berdebar-debar "duhhhh jantung.... biasa aja kenapa sih... kalo ntar copot gimana?? aku mati didepannya mas arya dong?? duuhh mudah-mudahan dia sama sekali nggak denger kalo jantung ini lagi dag dig dug gini" kata karina dalam hati karina yang memberanikan untuk melihat arya yang tampak biasa saja dan terlihat sisa-sisa kemarahannya "yuk, sekarang langsung ke salon aja, sekalian kamunya potong rambut mau nggak jd sebahu biar cantik kayak waktu pertama kali masuk sekolah" "iyah" wajahnya semakin memanas karena tak menyangka jika arya memperhatikannya sedari.dia masuk sekolah "tapi kok mas bisa langsung nyuruh aku ke salon di sini? mas pernah memangnya perawatan disini?" tanya karina sedikit heran "bukan aku tapi mama" jawabnya singkat akhirnya mereka sama-sama.masuk ke dalam mall mereka yang langsung menuju salon "selamat datang, ohh mas arya, sudah lama nggak kesini, ada yang bisa saya bantu mas" tanya pegawai salon " tolong ini mbak yah, pacar saya sm pacarnye temen saya di treatment, mungkin potong aja sama dirapiin, buat pacar saya apa bisa numpang mandi disini?" jawab arya "bisa kok mas, bisa pake kamar mandi yang ada diatas, ya sudah kalo gitu, ayo silahkan sini dulu" ajak pegawai salon dengan ramah karina dan Nita yang mendengar kata "pacar" yang diucapkan arya langsung memerah mukanya "In.. mas sama Dino keluar sebentar nyari baju buat kalian, kalian tunggu sini yah?" "iyaahh" jawab Karina dan Nita bersamaan "mbaknya mau mandi dulu atau treatment dulu?" tanya pegawai salon "mandi dulu aja yah mbak.. boleh khan?" "boleh mbak, kalo gitu mbak nya yang satunya dulu aja gimana?" "eh, barengan aja boleh ndak mbak biar ntar selesainya barengan" "boleh kok mbak" pegawai salon memberikan handuk dan kebetulan dengan kimono handuk,karena memang dilantai atas adalah spa tertutup khusus wanita "makasih yah" pegawai salon memberikan senyum pada karina Karina langsung ke lantai atas dan mandi setelah 10 menit Karina turun, langsung 2 orang pegawai salon menangani Karina dan Nita bersama-sama tanpa banyak bicara karena sebelumnya juga sudah menjelaskan jika Karina ingin potong rambut juga "mbak, ini cuma tawaran aja yah, kalo saya kasih make up tipis minimalis gitu mau nggak? anggap aja bonus nggak papa" tanyanya sambil tersenyum "ehh mbak nggak usah, gini aja juga cukup kok mbak" "nggak papa kok, anggap aja bonus, mas arya biasanya kesini sama ibunya udah langganan juga, nanti temenny juga kok bukan.mbak aja" "ehh.. ehmm.. iya deh" karina mengiyakan begitu juga dengan Nita tak lama berselang kemudian Arya dan Dino datang mereka berdua melihat Karina dan Nita yang sedang di make up tipis pun terkesima dibuatnya sampai akhirnya sadar "In.. ini baju kamu yah.. sama sepatunya, ganti itu jangan dipake, punya nita juga ada" kata Arya sambil menyerahkan 2 paper bag karina dan nita sudah mengangguk, arya ke kasir dan membayar biaya salonnya setelah selesai treatment dan ganti baju mereka berdua masih terkesima dengan 2 gadis yang sudah di treatment di salon tanpa panjang lebar, mereka langsung menggandeng pasangannya masing-masing walaupun tadinya terkesima, tapi tidak mengurangi sisa kemarahan arya sebelumnya selama.di bioskop pun arya lebih banyak diam dan menatap layar begitu juga ketika membeli buku karina yang hanya berani menatapnya tapi tak berani untuk mengajak bicara, karina benar-benar bingung dibuatnya suasana canggung yang terasa berat buatnya setelah selesai membeli buku untuk referensi kuliah mereka ber empat pergi makan karina yang sedari tadi melihat Dino dan Nita yang asyik bercanda walaupun sering bertengkar pun merasa iri tapi, dia tak bisa menyalahkan sikap arya, dia hanya bisa memaklumi jika mungkin arya butuh waktu untuk itu walaupun genggaman arya hampir tak pernah dilepas tapi Karina merasakan pertemuan kali ini jauh dari yang diharapkan olehnya "Ya... kamu tuh mau sampe kapan kayak gitu? marahnya udah.donk, masa iya lagi double date gini kamu ga banyak omong?" kata Dino yang mencairkan suasana "kesel aja rasanya, kalo bukan cewek sudah kuhajar habis-habisan dia" terlihat oleh karina urat kemarahan arya, sambil dielus lengan arya "mas... aku nggak papa, kenapa masih diambil hati? aku juga nggak kekurangan apa-apa,aku nggak luka" karina menjelaskan "secara fisik memang nggak tapi hati kamu juga sakit khan dengan perlakuan irma?" karina yang langsung terhenyak oleh omongan arya hanya bisa diam,nita hanya bisa menyaksikan saja interaksi keduanya "ya sudah mas kalo gitu, habis ini kita pulang yah,mas cepet istirahat sama nenangin pikirannya mas" kata karina "kamu nggak suka jalan sama mas hari ini" tanya arya dengan sedikit penekanan "ya ampun mas, sama sekali nggak mas, aku nggak pengen mas jadi sampe kayak gini karena masalah tadi,aku pengennya jalan sama mas arya yang ceria bukan yang seperti ini" jawab karina dengan salah tingkah arya yang menyadari sikapnya, mengelus rambut karina "maafin mas yah" dan tak.disangka langsung mengecup ubun-ubun karina karina yang kaget serta dino dan nita yang langsung memerah mukanya "bisanyaa biasa-biasa aja nech orang ekspresinya, ga tau aku gandengan tangan aja udah deg-deg an setengah hidup" kata dino dalam hati "apa-apaan ne orang dua didepan, kayak yang disekitarnya ga ada orang aja yah" kata Nita dalam hati Karina yang masih kaget tak percaya jika tadinya.sudah pipi lalu sekarang ubun-ubunnya yang dicium oleh arya karina yang bimbang, bingung dan tak tahu harus bicara apa dan bagaimana mengatakannya kepada arya "sebenarnya aku ini apanya mas arya? sampe dia bisa memperlakukan aku seperti ini? tapi aku bener-bener nggak berani tanya" ucap karina yang bermonolog dalam hati karena dia sadar bahwa kedekatannya dengan arya baru sebatas hitungan hari mereka ber empat yang akhirnya memutuskan untuk pulang sebelum malam berpisah di tempat parkir "mas, kayaknya aku barengan sama Nita aja yah, gapapa khan,biar mas sm dino langsung pulang" karina menawarkan option pada arya arya yang sadar akan sikapnya selama mereka kencan ber empat memilih mengalah "ya udah, tapi kamu beneran gapapa?" tanya arya sambil mengambil barang milik karina dalam.mobil "tenang aja mas, princessnya ntar aku yg anterin pulang kok" kata Nita "misalkan besok pulangnya mas jemput lagi gimana? kamu mau khan? jadi besok nggak usah bawa mobil" kata arya "mas nggak ada kuliah?" tanya karina "cuma pagi aja sih, barengan juga sama dino, siangnya free" "ya sudah terserah mas aja" "besok aku jemput juga yah"kata dino pada nita "hee eem.... besok diatur aja yah" " kamu yang hati-hati yah, sampe rumah langsung wa yah" "iya mas juga yah" kata karina pada arya mereka yang berpisah diparkiran "muke gileeeee..... berapa kali dicium itu kamu sama.mas arya In?" tanya nita setengah menggoda "diihh apaan sih... orang aku aja kaget ini tadi" sambil senyum-senyum "kaget kok senyum-senyum" "dah ahhh... ganggu bener orang lagi seneng, hati-hati tuh nyetirnya" "iyeeeee" mereka pun bercanda sampai akhirnya pulang kerumah masing-masing "mas aku udah nyampe rumah, mas begitu lulang, mandi trus istrahat yah" ketika karina "iya sayang" jawab arya debaran jantung karina seolah tak berhenti dan berharap jika hari ini tak berganti dilain sisi "Ya, kamu itu mau sampe kapan punya sikap.kayak gitu coba? kalo.marah juga ga sampe segitunya Ya ah" dino yang sewot dengan sikap arya "gimana ga kesel juga, sakit jiwa lama kelamaan tuh anak, dari dulu bener- bener nggak bisa berubah" sambil mengecek handphone yang ternyata dari karina selesai membalas pun arya hanya diam di mobil karena dino yang menyetir hari itu hanyak karina,nita dan dino yang merasa senang tapi tidak dengan arya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD