Antara Hidup dan Mati

1153 Words

Bagian 27 "Teruslah berteriak, Desi. Teruskan!" kata Bima sambil menertawakan Desi. Desi terdiam. Ia merasa usahanya untuk meminta pertolongan sia-sia. "Tapi, sebelum aku membunuhmu, aku akan memberimu pilihan terlebih dahulu. Jika kamu setuju, maka aku tidak akan membunuhmu," ujar Bima. Desi hanya diam saja. Tidak tahu mau berbuat apa. Pisau yang ditodongkan Bima ke lehernya membuat ia semakin ketakutan. Ia tidak bisa berkutik sama sekali. "Kamu mau tahu apa pilihannya? Dengar baik-baik. Aku tidak akan membunuhmu jika kamu mau menikah denganku." "Menikah?" tanya Desi tak percaya. "Iya. Apa kamu bersedia? Pikirkan tawaranku ini. Daripada nyawamu melayang sia-sia, lebih baik menikahlah denganku," tawar Bima sambil menatap Desi dengan tatapan nakal. "Bagiamana mungkin Mas mengajakku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD