45

1324 Words

"Sayang..."Burhan menepuk pipi Shinta. Wanita itu tertidur di bangku tunggu ICU. "Eugh... Pa." Burhan tersenyum, "Pulang lah dulu. Kamu butuh istirahat." Shinta menggeleng kecil, "Aku mau nunggu Karisma." Burhan mengusap kantung mata Shinta, "Lihat.. Ini tanda bahwa kamu butuh istirahat. Pulang lah, aku akan menunggu disini." "Aku masih mau disini." "Hei, lihat Shyla. Dia butuh istirahat sayang. Kamu juga. Jangan memaksakan diri. Karisma juga akan sedih jika tahu mama nya seperti ini." Shinta terdiam sesaat. Benar ucapan suaminya. Ia butuh iatirahat, tetapi ia takut jika meninggalkan rumah sakit, sesuatu akan terjadi. " Semua akan baik-baik saja. "ujar Burhan seakan tahu apa yang dipikirkan Shinta. "janji, kabari aku apapun itu." Burhan mengangguk. Ia memanggil Abdi yang sedaru k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD