"Apa kau yakin ini tempatnya?." "Saya yakin tuan. Dan memang untuk pemukiman disini sangat sunyi. Berhubung kita datang menjelang malam. Ya begini lah suasananya." Karisma menatap sekitar yang memang sunyi. Suara-suara binatang kecil mulai terdengar. Ia sedih, melihat tempat tinggal Fatimah yang sebenarnya tidak layak di huni. Rumah itu bertepatan dengan sungai. "mau langsung kesana tuan?." "ya..." Karisma menjeda ucapan nya saat pintu rumah itu terbuka. Fatimah tengah keluar dengan tas kecil. Karisma mengerutkan dahi. "Mau kemana wanita itu disaat hampir malam seperti ini." Pikir Karisma. Ia terus memperhatikan Fatimah. Dan wanita itu tengah mengerutkan dahi saat ada mobil yang berhenti tak jauh dari rumahnya. Setelah itu, ia berlalu. Karisma sempat menahan nafas saat wanita itu men

