42

1310 Words

"Warung kami biasanya tutup jam lima sore." Fatimah mengangguk, "Iya bu. Saya juga lumayan capek padahal baru beberapa jam kerja." Lasmi terkeleh, ia menganggap Fatimah seperti anak nya. Wanita ini santun sekali. Berada disekitar dia juga Lasmi merasa nyaman. "Kamu mau makan dulu?." Fatimah mengangguk dengan semangat. "Boleh bu. Aduh, laper jadinya." Lasmi tertawa, "Kamu tu, kalau emang laper ya langsung aja bilang sama ibu." "Ya kan gak enak bu." "eh asik sekali ini, ada apa?." Lasmi menoleh sebentar, "Ini, Fatimah. Dia bilang lapar. Tapi gak mau bilang-bilang." Pak Edi terkekeh, "gak apa Fatimah. Kamu bilang aja. Kita gak begitu kok." Fatimah terkekeh, "Iya deh pak. Nanti kalau Fatimah lapar, tinggal bilang. Tapi gimana kalau Fatimah lapar nya tiap tiga jam sekali?."canda Fatim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD