Pagi harinya, Angga benar-benar langsung memeriksa semua dokumen yang ada sebelum akhirnya menelepon Jonathan untuk pertemuan dadakan yang ia laksanakan. Sebenarnya ini kurang baik. Apalagi mengingat data sebelumnya sempat hilang dan membuat Angga kesulitan. Tapi ia tidak punya waktu lebih lama. Kemarin, ketika Arasya dan dirinya pergi menuju kemari, Arasya mengaakan bahwa bukan hanya dirinya saja yang memiliki koneksi dengan Paman Angga di Jogja. Tapi masih ada beberapa lagi. Dan itu akan menjadi masalah besar jika Angga tak secepatnya menyelesaikan masalah itu. sedangkan perkiraan waktu Kakeknya akan mengetahui hal ini semakin menipis. Angga harus benar-benar bekerja keras. "Kamu sudah siap?" Tanya Angga pada Arasya lewat sambungan telepon. Keduanya juga memilih berangkat dengan beda ja

