Bag. 14

1182 Words

"Eh? Maaf! Saya ti-tidak tahu." Angga tersentak. Ia menegakkan tubuhnya. Baru akan berbalik, Angga menyempatkan diri tersenyum pada Arasya dan mengoleskan lipstik Arasya di ibu jarinya pada bibirnya sendiri secara acak. "Saya tidak pernah main-main. Dan ya, jam 7 malam kita berangkat. Semoga kamu sudah menentukan apa yang baik untuk kamu sendiri." Setelahnya Angga berbalik seraya menaruh ponsel Arasya di dekat kardus-kardus. Ia menatap tajam seorang pegawai yang berdiri di ambang pintu. Berhenti sebentar di dekat lelaki itu, Angga lalu mendelik tajam. "Ck! Menganggu!" Decak Angga lalu kembali meneruskan jalannya. Sedangkan Arasya sudah bergetar ketakutan dengan wajah piasnya. Gadis itu tidak berani mendongkakkan kepala. Ia tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Dan ketika ia mendong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD