Nic melihat ketiga hakim di depannya saling berbisik sebelum hakim utama mengangguk setuju. Dan beberapa menit kemudian, Arianne melangkah masuk ke dalam ruang sidang ditemani oleh salah seorang petugas. Arianne menempati tempat sebagai seorang saksi sebelum Aldrich melangkah mendekatinya. “Apa kabar, Arianne?” Sapa Aldrich lalu tersenyum ramah. Arianne yang awalnya ketakutan saat melangkah masuk ke ruang sidang langsung rileks saat melihat wajah yang dikenalnya dan langsung membalas senyuman Aldrich. “Baik.” “Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?” Tanya Aldrich cepat. Arianne mengangguk pelan sambil sesekali melirik Nic dan Cass yang memberikan senyuman pada gadis itu agar dia tidak ketakutan saat harus duduk seorang diri di kursi saksi. Nic tidak pernah membayangkan jika putrinya

