Tiga Puluh Delapan

220 Words

Darel menggeleng seraya tersenyum tipis. "Enggak nyusahin, penting lo baik-baik aja, walau apa yang lo lakuin ini salah banget, tapi yang terjadi biarlah terjadi." Apa yang dikatakan Darel memang benar, yang penting Alesha baik-baik saja, awalnya mereka memang kesal karena gadis itu benar-benar nekat, tetapi yang sudah terjadi biarkan terjadi. Lagipula itu semua tidak lagi penting asal Alesha baik-baik saja. Beberapa saat kemudian Eza mengeluarkan sertifikat dari dalam tasnya, kemudian ia menyerahkan sertifikat kepada Alesha. "Ini sertifikat tanah dan kafe lo, sekarang balik lagi ke lo." "Lo dapat ini dari mana, Za? Kok bisa?" tanya Alesha dengan serius. Eza menghela napas pelan lalu menceritakan kronologisnya kepada Alesha. "Gue menukar sertifikat itu dengan diri gue. Vania bakal kasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD