Tiga Puluh Tujuh

227 Words

Alesha membuka matanya secara perlahan, ia melihat Eza dan Darel kini berada di hadapannya. Kedua laki-laki itu menampakkan wajah bahagia, akhirnya gadis itu tersadar juga dari pingsan berkepanjangannya. Alesha akhirnya berhasil melewati masa kritisnya, padahal menyayat nadi itu bukan sesuatu yang dianggap enteng bisa menyebabkan kematian, tetapi untung saja Tuhan masih berbaik hati memberikannya nyawa. Alesha mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi, ia kira saat ini dirinya sudah berada di neraka, tetapi Tuhan masih menyayanginya dan membiarkan hidup lebih lama lagi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bunuh diri adalah perbuatan yang dibenci Tuhan dan Alesha telah melakukannya. Ia benar-benar menyesal. Alesha malu kepada saudara kembar itu, karena lagi dan lagi menyusahkan mere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD