Tiga Puluh Enam

202 Words

Tak lama kemudian muncul dokter untuk memulai keadaa Alesha.  Setelah selesai, dokter menatap Darel dengan raut senyum. "Dia baik-baik aja, "Tapi engga apa-apa kan dok?"  "Enggak, dia bangun lalu atau lusa sadar."  Setelah itu dokter keluar, dan Darel menatap Alesha dengan sendu. "Tolong bangun, maukah kamu menjadi istriku?"  Tidak ada jawaban apa-apa dari Alesha, perempuan ini begitu nyenyak tanpa ada perkembangan sama sekali, hanya nafas yang terdengar. Kata dokter, ini adalah koma sementara dari nadi yang lebih tepatnya pisau.  Alesha cantik, punya hidung yang bagus, bibir yang mungil, tapi sekaligus perempuan yang selalu kesepian.  Kadang Darel berpikir, Alesha tumbuh menjadi gadis yang malang, sedangkan dia tumbuh begitu beruntung di antara keluarga lengkap yang berkecukupan. 

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD