Tiga Puluh Lima

227 Words

"Dia emang sebar-bar itu, kalau nanti kamu jadian atau sanpai nikah, lo hati-hati aja takut o***g lo malah dicincang bingung mie berkuah, terus dikasih kucing. Darel membayangi hal yang seharusnya menjadi milik ngeri, yang benar-benar terjadi, yang bisa dilakukan saat mata.  "Tapi, dia bisa jadi orang yang peduli dan baik banget gue, gue nyesel sih kenapa gue bodoh banget kena rayuan si setan Vania sampai akhirnya gue sampai selingkuh."  Darel menghela napas. "Kamu butuh kebutuhan biologis sih, ith sah-sah aja bagia cowok yang udah dewasa dan mau melakukan hal-hal dalam tanda kutip. Yang salah itu kenapa lo harus selingkuh, kenapa enggak langsung nikahin dia, gitu."  "Waktu itu kan gue sama dia masih kuliah, gue juga belum ada biaya buat hidupin dia, dan gue belum ada buat buat ngenali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD