Pergi Bersama

1509 Words

"Kenapa kau lama sekali?" Mata Rasya membelalak saat gadis itu sudah duduk di sampingnya. "Kenakan safebeltmu, Nad." Katanya tanpa menoleh. Nadia meraih safebelt di sampingnya dan memasangnya dengan cepat, mengabaikan wajahnya yang sudah merah merona seperti kepiting rebus. Baru kali ini mereka duduk berdekatan. Jantung Nadia berdetak semakin cepat saat Rasya melirik ke arahnya sesaat yang lalu. Pun dengan Rasya, pria itu merasakan hal yang sama. Ia bisa mendengar detak jantungnya yang terdengar kuat hingga ke telinga. Pertama kalinya duduk berdekatan dengan wanita selain Kalina -adik iparnya-. Hening. Hanya ada suara musik yang terdengar mengalun merdu mengiringi perjalanan mereka. Tak ada yang beran untuk memulai percakapan. Padahal ini adalah moment berharga bagi mereka untuk mulai sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD