Keresahan Hati Liliana

1821 Words

Persis seperti yang telah dia ucapkan sebelumnya. Rasya kembali datang untuk menjemput Nadia sore ini. Nadia telah menanti kedatangan atasannya di depan gerbang. Ia tahu, Rasya tak suka menunggu. Hening. Mereka hanya saling diam dan tak ada yang berani untuk memulai percakapan. Nadia hanya menatap lurus ke jalanan di depan, tangannya tampak saling meremas. Sebenarnya Nadia ingin menanyakan kemana Rasya ingin membawanya, tapi dia urungkan. Percuma saja! Atasan galaknya itu pasti tidak akan menjawabnya. "Ada apa? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu? Katakan saja." Sebuah kalimat meluncur dari mulut Rasya, membuat Nadia mengarahkan pandangan padanya. "Tidak ada, pak Rasya." Ucapnya gugup sambil tertunduk. "Apa kau yakin? Entah kenapa saya merasa bila saat ini kamu ingin bertanya. Kalau be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD