DUA PULUH

1169 Words
Gazakha sedang berdiri di tempat Keylo dan Zeva kecelakaan.             Cowok itu memasukkan kedua tangannya ke saku celana jeans dan mengerutkan kening. Dia sedang mereka ulang kecelakaan Keylo dan Zeva menurut versinya dari kesaksian yang dia dengar di dalam otaknya. Matanya tak lepas dari titik di mana mobil Keylo waktu itu ditemukan oleh tim medis yang datang bersama ambulans. Lalu, kepalanya berputar dan dia menatap ke kejauhan. Ke sudut jalan yang saat ini kosong dan di sampingnya terdapat rerumputan yang tinggi atau ilalang atau apalah, Gazakha tidak tahu apa namanya.             Kata salah satu tim medis yang membantu Keylo dan mengeluarkannya dari dalam mobil, mereka ditelepon oleh seseorang yang melaporkan kecelakaan tersebut. Lalu, anggota tim medis itu melihat ada darah tercecer yang berasal dari tempat Zeva berasal. Darah itu mengarah ke sudut jalan yang saat ini sedang ditatap oleh Gazakha. Tim medis mengira, mungkin Keylo mengalami kecelakaan karena menabrak seekor hewan dan hewan tersebut terluka, kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.             Tapi, menurut Gazakha, jika Keylo memang menabrak seekor hewan, hewan apa yang berkeliaran di jalan? Hanya kucing dan anjing. Lalu, kalau kucing dan anjing yang ditabrak oleh Keylo, bukankah hewan tersebut seharusnya tergeletak di jalan? Minimal, jika memang mereka masih hidup, mereka akan mulai melarikan diri dari arah tengah jalan, bukannya dari tempat Zeva, karena ada jejak ban mobil Keylo yang mengindikasi bahwa mobil sang kakak berjalan di tengah jalan, bukan di pinggir.             Kalau begitu, Zeva dibawa pergi oleh orang yang menelepon tim medis dan ambulans lah yang bisa dipikirkan oleh Gazakha. Tapi, alasannya apa? Apa ada orang jahat yang ingin membalaskan dendamnya pada Keylo dan Zeva? Apa itu adalah Devan, mantan pacar Neyla, mantan sang kakak, sekaligus orang yang pernah disukai Zeva di masa lalu?             Gazakha menggeleng. Tentu saja bukan Devan. Dia sudah memikirkan kemungkinan ini berulang kali dan Devan pun sudah berkata bahwa dia tidak tahu menahu soal ini. Tapi, entah kenapa pikiran Gazakha selalu mengarah pada Devan. Mungkin karena Gazakha kesal dengan cowok menyebalkan itu yang ingin menghancurkan hubungan sang kakak dengan Zeva setelah dia putus dari Neyla. Untung saja Neyla mantan pacar Keylo itu tidak berniat melakukan hal yang sama seperti Devan. Jika Gazakha sampai mendengar atau melihat Neyla ingin merebut Keylo dari Zeva, akan Gazakha labrak cewek itu walaupun dia dibilang berengsek. Enak saja dia, sudah membuat kakaknya sedih waktu itu karena seenaknya saja meminta putus hanya untuk memacari cowok lain, sekarang malah menginginkan Keylo untuk dirinya juga.             Tapi, untung saja hanya Devan yang punya pemikiran sinting itu.             Lagi pula, Gazakha sudah berhasil menemukan sedikit titik terang mengenai Zeva. Hanya saja, cowok itu belum mau memberitahu Keylo. Takut jika informasi ini salah, namun sudah membuat harapan Keylo memuncak hanya untuk dihempaskan kembali. Tidak, Gazakha ogah melihat zombie bernama Keylo untuk yang kesekian kalinya. Susah payah dia membujuk Keylo untuk keluar dari gerbang kevampirannya, untuk bertemu dengan matahari, menyapa dunia, dan jika Keylo dihempaskan kembali dengan kabar yang belum tentu kebenarannya, cowok itu akan kembali ke dalam kegelapan?             No! Not a chance! Enak saja!             Menurut informasi dari anak buah ayahnya Keanu, cewek yang kata Keylo sangat mirip dengan Zeva itu bernama Zahara Florencia. Dia memiliki seorang kakak bernama Fitz dan kakaknya itu adalah pengusaha sukses. Dan, yang membuat Gazakha jadi memutar keras otaknya adalah, ketika para anak buah ayahnya Keanu itu berkata bahwa Zahara Florencia memiliki riwayat penyakit kanker dan sudah sembuh.             Oke, Gazakha percaya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Terlebih, Tuhan adalah penguasa segalanya, penguasa alam semesta. Jika Tuhan mau, orang yang sudah masuk kategori stadium empat kanker pun bisa sembuh. Tapi, Gazakha tidak pernah mendengar berita seperti itu. Bukannya dia tidak percaya akan kebesaran, kuasa dan keajaiban Tuhan, hanya saja, semua pasien kanker yang dikenalnya selalu meninggal karena sudah berada di stadium empat.             Lalu, cewek bernama Zahara Florencia ini berhasil sembuh dari kanker stadium empatnya, di saat Zevarsya Venzaya menghilang. Like, hello? There’s no such thing as coincidence in this world, man! Mana ada satu ditambah satu sama dengan empat? Di mana-mana, satu ditambah satu ya dua! Mau dari zaman dinosaurus ada sampai sekarang pun, satu ditambah satu ya dua. Titik.             “Kalau gitu, cuma ada satu kesimpulan.” Gazakha bersedekap dan mengerutkan kening. Teorinya ini belum dia beberkan pada Keanu yang selama tiga bulan terakhir ini selalu membantunya mencari keberadaan Zeva. “Kalau Zahara Florencia meninggal dunia akibat kanker tersebut, berarti ada yang sangat meratapi kematiannya dan sangat bersedih. Seorang kakak mungkin akan bersedih, tapi, yang paling bersedih hingga rasanya ingin mati adalah... ibunya. Orang tuanya. Ketika Fitz menemukan Keylo dan Zeva, dia menelepon tim medis untuk meminta bantuan, tapi membawa Zeva dengan maksud ingin menghibur ibundanya. Mengingat pribadi Zeva, mungkin cewek itu akan setuju untuk dimintai pertolongan, apalagi Fitz sudah menyelamatkan nyawanya. Tapi, seorang Zeva juga tidak akan pernah membuat orang lain khawatir, terlebih keluarganya dan Keylo. Kalau gitu... Zeva amnesia. Kepribadiannya dibentuk sesuai kepribadian Zahara Florencia semasa dia hidup.”             Hal itu bisa menjelaskan kenapa sikap Florencia sangat jauh berbeda dengan Zeva. Karena, kemungkinan besarnya Zeva mengalami amnesia dan dia diprogram untuk mengikuti dan menyerupai mendiang Zahara Florencia.             “Diprogram?” Gazakha mendengus dan memutar bola matanya. Agak geli sendiri dengan kosakata yang dia ciptakan. “Emangnya kak Zeva robot?”             Saat sedang asyik berpikir dan bermain dengan teorinya sendiri, Gazakha mendengar suara decit ban yang begitu memekakkan telinga. Cowok itu menoleh dan mematung ketika melihat mobil outlander sport tersebut oleh dan menabrak tiang listrik. Langsung saja Gazakha menelepon ambulans sambil berlari menghampiri mobil tersebut untuk memeriksa keadaan korban.             Begitu Gazakha membuka pintu pengemudi, cowok itu kembali mematung. Di sana, terkulai lemas dan ternodai oleh darah di beberapa tempat di wajahnya adalah Zahara Florencia atau yang Gazakha curigai adalah Zevarsya Venzaya.             “Kak Zeva! Kak Zeva, bertahan, Kak!” seru Gazakha panik. Meskipun dia belum yakin kalau Florencia adalah Zeva, tapi Gazakha akan tetap memanggilnya dengan nama Zeva untuk memancing ingatan cewek itu.             Dengan hati-hati, Gazakha mengeluarkan Florencia dari dalam mobil yang sudah berasap itu. Dia berlari ke mobilnya sendiri dan mendudukkan Florencia di kursi penumpang, kemudian memakaikannya sabuk pengaman. Sambil mengitari mobil, Gazakha kembali menghubungi tim medis dan berkata tidak usah mengirim ambulans ke tempat kejadian karena dirinya akan langsung membawa Florencia ke rumah sakit terdekat.             Memutar stir hanya dengan sebelah tangan, memundurkan mobil dan sebelah tangan yang lain memegang ponsel yang didekatkan ke telinga, Gazakha harus tetap fokus pada semuanya. Pada jalanan, pada sambungan teleponnya dengan tim medis yang menanyakan ke mana dia akan membawa korban dan bagaimana kondisi korban, juga pada keselamatan Florencia. Di saat seperti ini, apa yang akan Keylo lakukan?             “Yeah, right! Emangnya, apa yang bakalan dilakuin sama abang gue yang bucin itu kalau dia ngeliati Zeva kayak gini dan ada di posisi gue? Mungkin abang gue cuma bakalan histeris, teriakin nama Zeva berulang kali,” gerutu Gazakha. Cowok itu melirik ke arah Florencia sekilas dan mengeraskan rahang. Lalu, kaki kanannya menekan kuat pedal gas dan kedua tangannya mencengkram kuat kemudi mobilnya.             “Don’t you dare to die on me, Sis! Atau Keylo benar-benar akan gila setelahnya!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD