Cinta dalam Hening

1578 Words

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Usai melaksanakan Salat dzuhur, Aqna kembali membuka butik. Setelah dua pelanggan butik pergi, tiba-tiba bell kembali berbunyi. Haris mendorong pintu sembari mengucap salam. Belum selesai Aqna menjawab salam. Zaina sudah berlari ke arahnya. “Bunda?!” Zaina merangkul pinggang ibunya. Aqna memperhatikan baju bagian d**a Zaina yang seperti terkena tumpahan coklat. “Kamu udah makan?” tanya Haris.  Aqna menggeleng pelan.   “Aku bawa salad buah.” Haris meletakkan satu box kecil dibungkus kantong kresek di atas meja kasir. “Wajah kamu pucat. Mau aku antar ke Dokter?” “Nggak usah, Makasih ya.” Pria bersetelan rapi, kemeja biru muda dengan dasi biru navy dan jas berwarna senada. Rambut yang selalu klimis, menandakan bahwa Haris adalah pria me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD