"Pak! Pak Dana. Pak!" Keysa menanggil-manggil nama dosen itu. Dia sedikit berlari kecil. Mengejar langkah Pak Dana yang panjang dan lebar. Hingga mereka memutuskan berhenti di latar gedung D4 yang sepi. "Aduh! Main seret-seret aja!" Cahyo mengaduh dan memberengut bete. Pak Dana mengatur napasnya. Beliau berkacak pinggang. Menatap dua makhluk di hadapannya dengan ganas. Sorot mata Pak Dana tajam menusuk saat netranya bersinggungan dengan manik cokelat gelap milik Keysa. Beliau menatap dalam-dalam, kemudian berkedip beberapa kali. "Apa ini ulah kalian?" tanya Pak Dana dengan tegas. Walaupun usianya sudah tak dapat dikatakan muda, namun ketegasan dan wibawanya membuat Keysa langsung terintimidasi. Keysa menggeleng sebagai jawaban. Dia masih terlihat kesakitan. Tangannya tak kunjung lepas m

