“Aku akan kehilanganmu jika aku tak menuruti kemauan ayahmu, maafkan aku,” Damar membatin.
Malam harinya Damar dan Keyra memadu kasih. Dia adalah pria normal dan tak akan melewatkan Keyra begitu saja malam itu, malam pertamanya mempunyai teman tidur. Meskipun Damar sebenarnya memikirkan hinaan yang terima dari Reno. Tapi sikap lembut Keyra mampu meredam semuanya. Damar merasa Keyra sangat mengerti dirinya.
Damar memperlakukan Keyra dengan begitu lembut hingga Keyra merasakan nyaman dan tak mau berjauhan dengannya walau tidur sekalipun.
Damar menatap wajah cantik Keyra saat istrinya itu sudah terlelap tidur.
“Besok kita harus kembali bekerja sayang, dan aku akan menjadi orang lain di sana. Sekarang aku hanya bisa menjadi suami di rumah saja,” ucap Damar pelan.
Keesokan harinya.
Damar telah memakai baju kerjanya. Hari ini ia akan bekerja sebagai asisten pribadi Keyra, yang akan mengatur semua jadwal pekerjaan Keyra dan membantu pekerjaan yang lainnya.
Sebelum Damar memakai baju kerjanya ia sudah masak nasi goreng untuknya dan Keyra. Tidak berselang lama Damar di hampiri oleh Keyra dan Damar dipeluk oleh Keyra dari belakang.
“Terima kasih sudah memasak untukku mas,"ucap Keyra sambil tersenyum ke arah Damar, Damar mengusap tangan Keyra yang melingkar di perutnya.
"Iya sayang.”
“Ayo kita segera sarapan, jangan sampai kita datang terlambat."
"Aku tidak mau bekerja di hari pertama sebagai asisten pribadi datang terlambat,” ujar Damar sambil melepaskan pelukan Keyra. Damar melihat Keyra memanyunkan bibirnya.
"Banyak bicara sekali suamiku ini!” seru Keyra. Damar hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Keyra.
Setelah itu Damar dan Keyra pun sarapan bersama di meja makan.
“Setelah keluar dari apartemen statusku adalah asisten pribadimu ya sayang,” ucap Damar dengan perasaan sedih.
"Iya, jangan mas ingatkan itu terus,” ucap Keyra terdengar tak suka dengan kalimat yang dilontarkan Damar.
Damar dan Keyra keluar dari apartemen mereka dan ketika Keyra mulai berjalan Damar mengikuti Keyra dari belakang. Saat menunggu lift terbuka Damar dilihat oleh Keyra seakan Keyra protes dengan tindakan suaminya itu tapi Damar tersenyum kaku dan menundukan sedikit kepalanya pada Keyra, hingga Keyra tak lagi melihat ke arah Damar.
Saat di dalam mobil pun, Damar duduk balik kemudi, sementara Keyra duduk di kursi belakang.
Damar mendengar keluhan Keyra yang merasa kurang nyaman dengan sikap Damar.
“Karena disini hanya ada kita berdua aku akan berbicara sebagai suamimu,” ucap Damar saat mobil terjebak macet.
“Sayang, aku harap kamu bersabar. sebenarnya aku juga kurang nyaman. Tapi setidaknya kita masih bisa berdekatan kan?”
"Tapi aku mau kalau kita sedang berdua, bersikaplah sebagai suamiku, aku merasa sangat canggung mas,” keluh Keyra.
“Iya,” jawab Damar cepat.
Mobil kembali melaju karena kemacetan mulai terurai.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam lamanya. Mobil Keyra tiba di depan Century hotel.
Damar keluar dari mobilnya sendiri, sementara pintu Keyra dibuka oleh satpam. Setelah memberikan kunci mobil pada satpam, Damar pun mengikuti langkah kaki Keyra,
Saat Damar dan Keyra masuk ke dalam Century hotel, semua pegawai yang ada di lobby hotel menghentikan aktivitas mereka dan menundukan sedikit kepalanya pada Keyra.
Damar berjalan di belakang Keyra dengan memakai setelan jas dan dasi yang membuat ia sangat tampan dan dilihat oleh para pegawai hotel dengan perasaan kagum. Damar tetap berjalan mengikuti langkah kaki Keyra hingga di depan lift. Damar menekan tombol tiga pada lift, tempat ruangan Keyra berada.
Damar sangat bersikap seperti asisten pribadi Keyra. saat di dalam lift pun Damar memilih berdiri di belakang Keyra. Dua orang pegawai hotel tersenyum pada Damar, tapi Damar tak membalas senyuman itu membuat dua pegawai itu tak lagi senyum pada Damar.
Sesampainya di lantai tiga, Keyra masuk ke dalam ruangannya, sementara Damar duduk di meja kerjanya yang ada di depan ruangan Keyra.
Damar menyalakan komputer di meja kerjanya. Tidak lama kemudian Keyra keluar dari ruangannya.
"Damar, ambil pekerjaanmu di dalam,” pinta Keyra. Damar langsung mengangguk. Ia mengikuti Keyra masuk ke dalam ruangannya.
“Ini adalah buku panduan untuk asisten, di sini akan dijelaskan apa saja tugas kamu, apa yang harus kamu lakukan, apa yang jangan kamu lakukan. Ini adalah jadwal meeting sebulan kedepan, kamu susun dan pastikan tak ada yang terlewat.”
“Ini adalah ponsel khusus untukmu, untuk kerja. Gunakan hanya untuk kerja, di dalamnya sudah ada nomor-nomor relasi bisnisku lengkap dengan sekretarisnya.”
"Jika ada sesuatu, kamu lebih baik hubungi sekretarisnya lebih dahulu, jangan langsung pada bosnya.”
"Kamu mengerti?” tanya Keyra.
"Ya, saya mengerti.”
Damar pun mengambil buku panduan itu dan ponsel barunya keluar dari ruangan Keyra.
Setelah tiba di mejanya Damar membaca buku panduan itu dengan serius.”
Sepertinya Keyra sudah membiasakan menganggapku sebagai asisten pribadinya. Akan lebih baik seperti itu, karena bisa saja tuan Reno datang kapan saja tanpa aku tahu. Bisa gawat jika aku ketahuan tak melaksanakan apa yang dia inginkan, pikir damar.
Damar dan Keyra bekerja sangat profesional. bahkan saat makan siang pun Damar duduk terpisah dengan Keyra. Damar harus menerima itu.
Setelah jam makan siang, Keyra ada meeting di ruang VIP restoran hotel. Damar pun memilih pergi meninggalkan restoran setelah relasi bisnis Keyra sudah tiba karena Damar tak ikut andil dalam meeting itu.
Damar berjalan ke arah ruang pegawai housekeeper, ruangan yang dulu ditempati.
Teman-teman sejawatnya menyambut kedatangan Damar, mereka mengatakan bahwa mereka sangat iri pada Damar yang kini telah menjadi asisten pribadi Keyra. Tapi saat Damar dipuji ia sama sekali tidak merasa bangga sedikitpun, karena sebenarnya ia pun merasa tersiksa ketika ingat menjadi menantu yang dirahasiakan oleh Reno.
"Nona Keyra lagi meeting ya?” tebak Aldi, salah satu housekeeper,
"Iya, kok tahu?” tanya Damar.
"Ya soalnya kamu ada di sini. Harusnya kamu sekalian merangkap sebagai sekretaris nona, biar kalau meeting itu kamu bisa tetap dekat dengan nona Keyra. Bisa saja kan Nona Keyra itu jatuh cinta padamu," ucap Aldi kemudian.
"Mimpi kamu!” seru pegawai yang lain.
"Eh biarin kali, mimpi itu jangan tanggung-tanggung kali. kalau Damar jadi suami nona Keyra kan kita bisa naik gaji,” ucap Aldi percaya diri. Damar hanya bisa tersenyum saat mendengar ucapan Aldi.
“Eh yang diomongin malah senyum-senyum!” seru Aldi kemudian pada Damar.