Sore menjelang malam, udara Antico membawa aroma tanah basah setelah hujan singkat. Langit berwarna ungu keemasan, tapi keindahan itu tak banyak berarti bagi Clara. Dari jendela besar kamarnya, ia menatap halaman mansion yang sibuk. Para pelayan bergegas menata taman depan, menyalakan lampu-lampu gantung, menyiapkan meja panjang berlapis kain putih di ruang makan utama. Clara menegakkan punggung. Ia tahu sesuatu besar akan terjadi malam ini. Informasi yang ia dapat dari seorang pelayan yang biasa menjamunya, akan ada jamuan makan malam dengan para rekan bisnis Valente Corp. Pintu kamar berderit. Adrian masuk, jas hitam elegan menempel sempurna di tubuh tegapnya. Rambut hitamnya tersisir rapi, wajahnya kembali pada topeng dingin yang biasa ia kenakan di depan dunia. Ia membawa sebuah kota

