37. Manusia Paling Dingin

1539 Words

15 tahun lalu… Dua hari setelah kebakaran, villa keluarga Valente tinggal puing hitam yang berasap. Dinding-dinding marmer mewah runtuh menjadi debu. Lukisan-lukisan mahal hanyalah arang. Aroma terbakar masih menusuk setiap kali Adrian menutup mata. Di rumah sakit kota Elysium, tubuh remaja 18 tahun itu duduk di kursi tunggu dengan baju pasien. Kulit punggung dan tangannya masih perih akibat luka bakar ringan, tapi rasa sakit itu tak seberapa dibanding luka di dalam. Matanya kosong, menatap lantai putih yang berkilau dingin. Tangan kirinya bergetar meski ia mengepalkannya keras-keras. Seorang dokter muda keluar dari ruang ICU. Raut wajahnya muram. “Adrian… ibumu–” Seketika Adrian bangkit, tubuhnya tegang. “Bagaimana ibuku?!” Dokter itu menunduk, seolah berat untuk bicara. “Beliau tela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD