15. Lukisan Malaikat Penyelamat

1363 Words

Mobil hitam panjang milik Adrian dan rombongannya melaju membelah jalanan malam. Dari balik kaca jendela, Clara menatap lampu-lampu kota yang perlahan menjauh. Elysium mulai ditinggalkan, Antico sudah menunggu di depan. Seharusnya ia merasa lega bisa meninggalkan semua bayang penyerangan yang hampir merenggut nyawanya beberapa hari lalu. Tapi ada sesuatu yang mengganjal, sesuatu yang tak bisa ia biarkan tertinggal di kota asalnya. “Aku harus mampir ke Zona Umbra.” Suaranya terdengar tenang, tapi penuh ketegasan. Dari kursi depan, Adrian menoleh setengah, tatapan abu-abu itu langsung menusuk. “Tidak.” Clara menghela napas, menatapnya lurus. “Adrian, dengar aku. Di sana ada sesuatu yang penting. Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja.” “Zona Umbra dipenuhi orang-orang licik dan mengg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD