Bab 43

2975 Words

Undangan pertunangan Brian akhirnya sampai juga di tanganku beberapa hari yang lalu. Aku membeku, entah mengapa hal ini terasa begitu menyakitkan, tapi seperti janjiku padanya, aku harus datang ke acara itu tak peduli bahkan sekalipun harus bertemu Caroline dan putrinya, yang begitu benci padaku setelah kejadian dengan Galih berbulan-bulan lalu. Dan seperti janji Arya, aku ingin menagihnya. "Raina ...?" bukanya dari seberang telpon membangunkanku dari lamunan. "Ah, apa kamu ada waktu Arya, aku ada sedikit permintaan bantuan untuk kamu?" "Bilang saja, sebisa mungkin, aku bantu" "Aku ingin pergi menghadiri undangan keluarga, tapi kamu tau akhir-akhir ini gosip tenang aku terus kencang. Aku merasa agak malu harus tampil di depan publik. Aku mau meminta bantuan kamu menemaniku juga, sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD