Aku terbangun dari tidur, matahari tampak teduh berawan, mungkin akan turun hujan. Aku beranjak ke ruang tamu, meraih segelas air kemudian termenung. Jam menunjuk pukul enam pagi, agak jarang aku terbangun sepagi ini. Tidak mengapa, aku sengaja agar memiliki lebih banyak waktu untuk berdandan cantik pagi ini. Kebaya putih gading pemberian Adri masih tersimpan manis di dalam lemari. Modelnya sederhana, tapi indah, selera Adri memang seperti itu, sederhana dan elegan. Aku jadi tidak sabar mengenakannya nanti. Jantungku berdebar kencang, pernikahan yang sudah kunanti bertahun-tahun lalu akhirnya terlaksana juga. Tidak apa sedikit terlambat, yang penting setelahnya kami berbahagia. Mungkin... Begitu... Untuknya... Sebuah taksi menunggu di depan apartemen. Sambil menenteng buket bunga ma

