Bab 45

1473 Words

Kubuka mata, melihat hamparan tembok dihadapanku yang muram berembun. Kepalaku terasa berat, hingga terasa sulit menggerakkan tubuh. "Kamu sudah bangun? " sahut seorang pria seraya pintu terbuka. Aku berusaha bangkit hingga Brian menghambur ke sisiku. "Tidak perlu bangun, kamu beristirahat saja. Dokter bilang kamu demam" disentuhnya keningku dengan tangannya yang dingin. Aku beku dalam hening itu. "Ah, sudah bangun. Sebaiknya kita usir dia, daripada mengotori rumah kita saja" Seru Caroline dengan tangan bersedekap di d**a dan mata memincing tajam penuh rasa benci, yang entah kenapa tak ada niat dalam hatiku untuk merasa murka kali inim "Raina akan pulang setelah keadaannya membaik, Mi" timpal Brian. "Mami heran, kenapa kamu jadi baik sekali pada dia. Apa kamu lupa apa yang dia dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD