Part 8 - Awkward Moment

1097 Words
Semenjak Seunghun tinggal bersamanya, Yunhee jadi lebih tenang. Tak ada lagi tingkah m***m Baekho yang selalu mengusiknya. Seunghun selalu menjaganya dengan baik. Sayangnya, belum ada tanda-tanda dari orang yang membunuh Baekho. Yunhee merasa kasihan bila Baekho terus tertahan di dunia ini karena itu ia jadi sering mencari tahu tentang Baekho dari Kim Taehoon. Dan akhirnya, terungkap alasan mengapa Baekho memintanya bekerja di PCY Corporation. "Jadi maksudmu, Byun Baekho adalah kakak tiri dari Park Changbin?" Yunhee membelalak tak percaya. Taehoon mengangguk. "Ya, ayah Changbin menikah dengan ibunya Baekho saat mereka masih SMP. Mereka memang bersahabat sejak kecil dan akhirnya bersaudara. Nama keluarganya tetap Byun karena Baekho bersikeras menggunakan nama keluarga almarhum ayah kandungnya." ucap Taehoon. Karena itu ada foto Baekho dan Changbin di kamar Baekho? Dan itu bukan kamar Changbin seperti yang Yunhee kira melainkan kamar Baekho? Tapi tunggu! Itu benar! Kalau tidak salah sepupu Changbin yang bernama Hwanhee itu juga menyebut kalau itu kamar Baekho. Ini memang salah Yunhee karena tak memperhatikan. "Memangnya Baekho tak memberitahukannya padamu?" tanya Taehoon. Yunhee mengangguk pelan. Taehoon menepuk dahinya. Sepertinya ia melakukan hal yang salah dengan memberitahu Yunhee. "Astaga, seharusnya aku juga tak memberitahumu kalau begitu." "Ia ingin aku membantunya. Tapi begitu banyak yang ia sembunyikan dariku. Aku benar-benar tak mengerti dirinya." keluh Yunhee. "Kuharap kau bersabar dan tetap menolongnya. Aku yakin suatu saat kau akan mengerti mengapa ia tak menceritakan semuanya padamu dan malah memintamu mencarinya sendiri." ucap Taehoon misterius. Ya, Baekho pasti punya maksud tersendiri mengapa ia menyembunyikan hal ini. Dan sudah tugas Yunhee untuk mencari tahu. Yunhee jadi lebih antusias sekarang. Bukan karena ia ingin kemampuan melihat hantunya menghilang. Tetapi agar Baekho cepat menghilang(?). Ups, bercanda! Maksud Yunhee agar ia bisa membantu Baekho. *** Baekho tak bisa lagi menjahili Yunhee. Itu membuat hantu yang awalnya hanya menghabiskan waktunya untuk menjahili Yunhee itu pun jadi bosan. Tak ada hal menarik lagi yang bisa ia lakukan. Ia tak boleh mengganggu Yunhee saat gadis itu bekerja. Jadi yang ia lakukan hanya tinggal di rumah dan ... "Mau sampai kapan kau melayang-layang di sana, Kak?" tegur Seunghun. Merasa risih dengan tingkah Baekho. Baekho terus melayang-layang di langit-langit kamar Yunhee menunggu gadis itu pulang. Kadang, hantu itu memasukkan sebagian kepalanya ke atas langit-langit kamar hingga hanya bagian tubuhnya yang terlihat. Seunghun sendiri sudah lelah dengan tingkah aneh Baekho. "Aku akan di sini hingga Yunhee pulang." ucap Baekho. "Kenapa? Bukankah kau bisa menghampirinya di tempat kerjanya?" tanya Seunghun. "Ada alasan mengapa aku tak boleh mengganggunya di tempat kerja. Lagipula aku sedang tak ingin bertemu seseorang yang ada di sana." Baekho menjelaskan. Seunghun hanya geleng-geleng kepala. Ia memilih mengabaikan Baekho dan kembali fokus dengan apa yang dirinya lakukan sejak tadi. Ia sedang sibuk mengisi data dirinya untuk dikirim ke sekolah barunya. "Korean Internasional High School, ya?" Seunghun terkejut saat tiba-tiba Baekho berucap di sampingnya. Hantu itu duduk manis sambil ikut membaca data dirinya. "Begitulah, aku ingin bersekolah di tempat Kak Yunhee dulu bersekolah." ucap Seunghun. Sekolah itu ... Sekolah Changbin juga bukan? Baekho jadi mengingat kenangannya dengan Changbin. #flashback Changbin menatap Baekho kesal. Baekho sendiri hanya tertawa melihatnya. "Bukankah kita sudah berjanji untuk bersekolah di tempat yang sama? Kenapa kau malah masuk sekolah akting?" tanya Changbin kesal karena Baekho tak menepati janjinya. "Maaf, aku awalnya hanya iseng mendaftar di sana. Tapi ternyata aku diterima. Jadi kuputuskan untuk masuk ke sana." ucap Baekho. "Kau melanggar janjimu. Dasar tukang bohong! Kau memang cocok jadi aktor. Berbohong dan berakting benar-benar dirimu sekali." sindir Changbin. "Hei, bicaramu kasar sekali! Setidaknya panggil aku kakak, dasar kau bocah tengik!" ucap Baekho Kesal. "Cih, kau berharap sekali kupanggil kakak." cibir Changbin. "Hei! Kesini kau bocah!" #flashback off Seunghun melambaikan tangannya di wajah Baekho. Hantu pria itu terlihat melamun. Baekho yang sadar segera mengubah ekspresinya. Ia memicingkan matanya menatap Seunghun curiga. "Jangan-jangan kau ini i****t yah? Kau diam-diam menyukai kakakmu. Jadi kau mengikuti semua langkahnya. Kau akan selalu mengekang Yunhee agar tak bisa berpacaran dengan pria lain dan membuatnya milikmu sendiri lalu ...." Ucapan Baekho terpotong saat Baekho merasakan aura membunuh dari Seunghun. Baekho berniat untuk menghilang tapi terhenti karena Seunghun menahan tangannya. Hah? Bagaimana bisa Seunghun memegang tangannya yang transparan ini? "Kau pikir aku lemah seperti kakakkku? Aku juga punya kemampuan untuk menyentuhmu. Tak seperti kakakku yang hanya bisa melihatmu." ucap Seunghun masih dengan aura membunuhnya. Pemuda itu menaikkan tinjunya, "Kau terlalu banyak bermain dalam drama. Karena itu kau berbicara yang bukan-bukan. Kau tak pernah dipukul semenjak kau jadi hantu bukan? Aku akan membantumu merasakan rasanya kembali." Dan hari itu untuk pertama kalinya sejak ia menjadi hantu, Baekho kembali merasakan bagaimana rasa sakit karena dipukuli hingga babak belur... *** Yunhee menatap menyelidik pada gadis di hadapannya. Hanbi, rekan kerjanya yang merupakan asisten yang sudah lebih dahulu bekerja di kantor itu sudah memperingatkannya. Wanita yang dihadapannya ini benar-benar tidak tahu malu. Menerobos masuk walaupun mereka sudah mengatakan kalau Changbin sedang tidak ingin diganggu. "Maaf Nona, tapi anda tidak bisa masuk." ucap Yunhee berusaha sabar. "Aku ingin bertemu dengan Park Changbin. Aku adalah tunangannya. Akan kuadukan kau padanya agar kau dipecat!" ucap wanita itu. Empat siku-siku terpampang di dahi Yunhee. Wanita ini! Beraninya mengaku-ngaku menjadi tunangan Changbin! Pasti gadis ini yang awalnya ingin dijodohkan dengan Park Changbin. Yunhee jadi bersyukur karena telah membantu Changbin saat itu. Wanita itu melangkah tanpa memerdulikan Yunhee. Ia bahkan sengaja menabrakkan bahunya dengan keras pada bahu Yunhee. Itu menyakitkan kau tahu! Yunhee masih berusaha menahan wanita itu hingga akhirnya wanita itu berhasil membuka pintu ruangan Changbin. Changbin langsung menatap tajam orang yang memasuki ruangannya. "Kim Hana, apa yang kau lakukan di kantorku?" "Maaf, Direktur. Saya sudah melarangnya masuk. Tapi Nona ini tetap memaksa untuk bertemu dengan anda." ucap Yunhee. Yunhee tahu seperti apa Changbin sekarang. Pria itu mempunyai amarah yang meledak-ledak. Karena itu ia takut membuat kesalahan sedikit pun. Terimakasih pada wanita gila ini yang membuat Yunhee melakukan kesalahan dalam pekerjaannya. "Aku ingin membicarakan sesuatu padamu." ucap Hana. Changbin menghela nafas lelah. Ia melepas kacamatanya lalu menatap Hana serius. "Bicaralah." "Hanya berdua." ucap Hana dengan penuh penekanan. Yunhee yang mengerti pun berniat keluar. Namun Changbin menahannya. "Oh Yunhee, tetaplah disini." Hana menatap Yunhee tajam. Yunhee salah tingkah tapi ia tetap terdiam di tempatnya. "Aku hanya ingin berbicara berdua." rengek Hana. "Aku tak bisa menyembunyikan apapun dari kekasihku." ucap Changbin. Yunhee melotot, Hana lebih melotot lagi. Mata wanita itu bahkan hampir keluar. Aura membunuh menguar dari tubuhnya. Jika bisa, Yunhee benar-benar ingin melarikan diri. Dan lebih anehnya, Baekho tiba-tiba muncul dan bertepuk tangan sambil bersiul. Baiklah, apa yang lebih absurd dari ini? *** Makassar, 29 Januari 2016
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD