Kesucian Di Rampas (21+)

1025 Words
Matthew mendorong tubuh Aletta ke pintu, wajahnya ia benamkan ke leher Aletta, menyesap leher wanita itu bahkan jilatan pun Matthew lakukan di leher Aletta. Aletta mencoba mendorong jauh tubuh Matthew darinya, ia berhasil untuk beberapa saat bahkan ia memberi perlawanan dengan menghantam kening Matthew dengan sebuah benda hingga kening pria itu sedikit mengeluarkan cairan merah. Namun hal itu tetap tak mengurungkan niat Matthew untuk memuaskan hasrat dalam dirinya yang sedari tadi tertahan. Marshell tolong aku!! jerit batin Aletta yang berteriak takut, berharap keajaiban datang padanya. Segala benda Aletta lempar ke arah Matthew, namun Matthew tetap berjalan ke arah Aletta dan berhasil mendapatkannya. Matthew kembali membawa tubuh Aletta ala bridal style ke atas ranjang, tidak melepaskannya seperti tadi Matthew langsung mengungkung tubuh Aletta dengan tubuhnya yang sudah tidak menggunakan kemeja atasnya hanya menyisakan celana panjangnya, di mana di bagian kepemilikannya sudah menonjol keras milik Matthew. Tidak, kepemilikan Matthew telah membesar seperti itu sedari tadi selepas meminum minuman yang di berikan pesuruh Gilberto kepadanya. Rasanya benar-benar menyesakkan, miliknya yang sebesar itu tidak memiliki ruang yang leluasa atau bahkan untuk mengembalikannya ke bentuk semulanya. Matthew menahan ke dua tangan Aletta dengan tangannya, ia yang belum puas untuk melahap leher putih Aletta ia segera melanjutkannya kembali. Sedangkan Aletta? Kini ia telah menangis sesenggukan, memohon agar pria yang tengah melakukan hal tidak senonoh padanya melepaskan dirinya. "Lepaskan aku brengsekk!" murka Aletta dengan isakan tangisnya. Benar, Matthew memang melepaskan tangan Aletta dari cengkeramannya yang kuat, tapi ia tetap mengungkung Aletta. Kini tangan Matthew beralih ke dress milik Aletta. Dengan ke dua tangannya, Matthew berhasil merobek paksa dress milik Aletta, merobeknya hingga memperlihatkan bagian dalam tubuh Aletta yang masih tertutup rapat dengan bra dan juga underwear. Mata Aletta yang telah sembab kini ia bulatkan saat pria b******k ini merusak pakaiannya. "Kau mau apa!! Aku mohon padamu lepaskan aku." ucap Aletta berusaha untuk bangkit tapi Matthew kembali menahan ke dua tangan Aletta, kini ia mulai mengecup seluruh tubuh Aletta, mengecupnya dari bagian atas hingga bagian bawahnya. Aletta memejamkan matanya, menahan napas saat wajah pria itu mulai mendekati area kepemilikannya. Tuhan, Aku mohon beri keajaiban padaku. ucap batin Aletta terisak, ia tidak menginginkan masa depannya terenggut begitu saja oleh seseorang yang tidak ia kenali. Aletta membuka matanya kembali, tepat matanya terbuka ia melihat tangan Matthew yang berada tidak jauh dari wajahnya. Tidak Aletta ini bukan akhir dari masa depanmu. ucap batin Aletta sebelum pada akhirnya ia menggigit tangan Matthew sekeras mungkin, membuat Matthew meringis kesakitan dan melepaskan cengkeramannya dari tangan Aletta. Aletta meringis melihat bekas gigitannya di tangan pria b******k yang berniat buruk padanya, bekas gigitan yang perlahan mulai mengeluarkan darah. Matthew meringis ketika ia merasakan perih di tangannya, rasa sakit yang ia rasakan di tangannya membuat Matthew semakin brutal dan sangat tidak Aletta sangka. Matthew melayangkan sebuah tamparan di pipi Aletta sangat keras, tamparan yang suaranya begitu nyaring bahkan membuat telinga Aletta seketika menjadi berdenging. Matthew tidak bisa bertahan begitu lama lagi, tangannya mulai bergerak melepaskan ikat pinggang di celananya lalu ia juga melepas celana panjangnya dan melemparnya asal. Telinga Aletta benar-benar berdenging pandangannya saat ini juga mulai mengabur akibat tamparan yang dilayangkan pria b******k itu. Ikat pinggang milik Matthew saat ini pun ia gunakan untuk mengikat pergelangan tangan Aletta yang saat ini masih dalam keadaan tak berdaya setelah mendapatkan tamparan yang Matthew lakukan. Samar-samar pandangan Aletta mulai kembali, ia mulai menyadari tangannya yang diikat oleh Matthew menggunakan sebuah ikat pinggang, tak hanya itu saja setelah mengikat tangannya, tangan Matthew beralih kepada dua buah kain yang masih menutupi bagian atas dan bawah Aletta, yang telah dilepaskan oleh Matthew. Pandangan Aletta sudah kembali lagi, kini pemandangan lain ia lihat, ia melihat kepemilikan pria yang mengungkung dirinya sudah berdiri tegak bak tongkat. Senyum devil pun Aletta lihat dari bibir Matthew setelah ia melihat tubuh Aletta yang samar-samar pria itu lihat sangat menggairahkannya. "K-kau, kau mau apa?" ucap Aletta dengan tergagap bercampur rasa takut saat melihat kepemilikan Matthew yang begitu besar mulai ia arahkan ke arah dirinya. Matthew mengabaikan perkataan Aletta dan langsung memasukkan kepemilikan Aletta dengan tongkat besar miliknya. Aletta meringis kesakitan, air matanya saat ini seolah tidak ada gunanya ia perlihatkan kepada pria itu, kini masa depannya telah terenggut begitu saja. Pria mabuk, gila dan kejam ini telah merenggut kesuciannya dalam sekejap, Aletta benar-benar merutuki dirinya sendiri, ia benci pria itu dan juga dirinya yang telah kotor ini. "s**t!!" desah Matthew saat kepemilikannya benar-benar terbenam masuk dengan sempurna. "Brengsekk!! Kau pria b******k yang pernah ku temui di muka bumi ini!!" murka Aletta dengan dipenuhi amarah, ia juga mencoba untuk melepaskan tangannya dari ikat pinggang yang melingkar di tangannya, tapi tetap tidak bisa. Matthew mendekatkan wajahnya ke wajah Aletta lalu mulai melumat bibir Aletta, ia melumat bibir Aletta seperti orang yang lapar Aletta berusaha untuk membungkam mulutnya dan menolak kecupan Matthew, sebuah gigitan pun Aletta berikan kepadanya namun itu tidak membuat Matthew berhenti, ia semakin memperdalam ciumannya tersebut. Air mata Aletta kini telah membanjiri wajahnya isakannya pun semakin terdengar hingga telinga Matthew, terbukti dari pria itu yang langsung menghentikan kecupannya pada Aletta. Tatapan mereka kini menatap satu sama lain, Matthew dengan tatapan samar-samarnya dan Aletta menatap mata pria dihadapannya dengan sangat jelas. "Aku mohon lepaskan aku..," lirih Aletta sangat memohon dengan isakan berusaha ia tahan berharap pria ini mengasihani dirinya. Namun sayang semua yang dilakukan Aletta tidak ada gunanya lagi, pria itu justru malah menggerakan tubuhnya membuat Aletta langsung mengerang kesakitan. Erangan yang sungguh membangkitkan gairahnya, benar-benar membuatnya semakin mempercepat gerakannya itu, erangan kesakitan tersebut seolah candu baginya saat ini. Aletta? Ia terus meringis kesakitan yang ia rasakan ketika benda lain memaksa masuk miliknya namun ada sensasi lain yang ia rasakan saat pria itu semakin mempercepat permainannya. Apakah ini yang dinamakan puncak kenikmatan ketika melakukan hubungan intim? Racauan Aletta semakin parah membuat Matthew justru malah bersemangat dengan kegilaannya menikmati tubuh yang tidak dipersilahkan oleh sang pemilik tubuh. Hujaman demi hujaman terus Matthew lakukan dan Aletta ia hanya bisa terisak dengan racauan yang tak karuan akibat ulah dari pria b******k yang tidak ia kenali sama sekali. Aletta mulai berpikir dunianya yang indah dan cerah kini telah berubah menjadi dunia kegelapan karena kesucian yang selama ini ia jaga telah direnggut oleh pria yang tidak ia kenali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD