Pemisah jarak yang paling tajam adalah kematian. Kau mampu mengenang semaumu, tapi waktu atasnya tidak akan pernah berputar maju. Surat dari si penggenggam hati. Teruntuk wanita penghuni hatiku Hai Key! Bagaimana kabarmu. Aku sedang merana karena rindu. Kau tau kenapa, karena sudah berbulan bulan aku tak melihatmu. Menatap mata indahmu, mendengar suara manjamu, bahkan cubitan maut dari jemari lentikmu. Pedahal sebelumnya, libur di hari Minggu saja sudah membuatku gila, dan ingin berlari menuju tempat keberadaanmu. Aku rindu memeluk dan mencium aroma tubuhmu Key. Syukur-syukur bisa mencium yang lainnya. Key, kau masih ingat tidak, tahun lalu, bulan ini adalah bulan pertama mulai terjalinnya kedekatan kita. Aku masih ingat bagaimana berdebarnya hati ini saat tubuhku hampir menimpamu di

