Setelah kejadian memalukan pada hari itu, aku dengan teman bangku masih saling membeku. Dia mah emang kaku, kalau aku terlanjur malu. Setelah hari itu, selama beberapa minggu aku tak berani menampakkan diri di kantin. Juga keramaian lainnya. Sibuk bersembunyi di balik kotak bekal. Atau di celah-celah buku perpustakaan. Yess, irit uang jajan. Bisa kupergunakan untuk membeli hal-hal yang ingin aku kirimkan kepada Rony, atau orang lainnya di sekolahan lama. Mereka pun seperti itu. Jika aku merindukan olahan makanan tertentu, tak menunggu waktu satu minggu, pesananku telah meluncur ke tangan Pak Darsim, security jaga sekolah. Kalau isinya makanan khas, dengan senang hati kubagikan pada teman sekelas. Agar mereka mencicipi kekayaan kuliner kotaku yang tak kalah memanjakan lidah. Jika mi

