Sudah satu minggu aku bebas dari tuntutan Bara. Dia benar-benar tidak memaksakan kehendak lagi. Tapi aku jadi kehilangan moment bermain sandi dengan Rony. Pedahal sudah setengah mati menghapalkan sandi morse dari buku panduan Pramuka. Mengaplikasikan menggunakan ketukan jari. Lalu saling melempar senyum ketika berhasil membaca sandi. Karena sandi yang lemparkan hanya seputar kata atau kalimat manis, seperti kamu cantik, love you, dan jenis kalimat penyenang hati lainnya. Kenapa semua jadi serba dilematis? Aku bersyukur, Pak Marcel dan Ibu Dina tidak pernah lagi membahas soal kepindahan. Semoga tidak pernah ada keputusan sampai hari kelulusan. Hati yang sebelumnya kujaga-jaga, kali ini kembali kulepaskan. Kubebaskan ia menari-nari di taman cinta pilihannya. Waktu istirahat lebih kumanfa

