+ Hati yang tertinggal +

2163 Words

Aku sedang berbincang-bincang dengan Parmin, teman satu desa, satu SMP yang saat ini menjadi teman satu SMA dan satu kosan. Kami berada di aula, tempat yang ditunjuk untuk berkumpulnya para siswa baru. Ini adalah hari pertama masa orientasi siswa kami sebagai remaja SMA. Sebagian besar kami tidak saling mengenal. Itulah kenapa banyak sekali kelompok yang tercipta disini. Mungkin mereka satu sekolah asal sebelumnya, seperti Aku, Parmin dan Adit. "Min, liat tuh si Adit! Nggak di mana-mana, tebar pesona mulu!" seruku pada Parmin. Setibanya di sekolah, Playboy yang merasa dirinya tampan paripurna itu langsung memisahkan diri. Bergerilya kesana-kemari, mencari hati untuk disandera. Parmin tersenyum. "Biarin aja Ron, dia wajahnya mendukung. Nggak kayak gue!" pengakuan Parmin sangat menyedi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD