- Taufan putus obat -

2205 Words

Uhuk..., Uhuk..., Aku terbatuk selama beberapa detik setelahnya. Tidak tahan menghirup asap yang Taufan hembuskan dari mulutnya dengan jarak begitu dekat. Dekat, hampir rapat. Lelaki rumit itu tertawa melihat ekspresi KO-ku. Kepulan asap tipis namun konstan masih berhembus dari mulut juga kedua lubang nafasnya. Seperti cerobong kereta api yang kami naiki secara koboi. "Apaan seh, Fan!" protesku sambil terus terbatuk. Berusaha melontarkan asap yang telanjur masuk ke paru-paru, juga jalur pernapasan. Kedua mataku sampai berair. Jalur nafasku perih dan kering. Heran, bagaimana bisa para perokok menikmati sajian rasa asap itu? Mereka bahkan tergila-gila dan menjadi candu. "Katanya mau coba?" Taufan tersenyum miring sebelum akhirnya melemparkan rokok dalam jepitan jari ke bawah tanah. Lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD