Fajrin terus melajukan mobilnya, ia masih saja bertanya-tanya dengan apa yang terjadi. Ia bahkan tak begitu menghiraukan Irana yan duduk di sampingnya, bahkan Ares yang kini tengah duduk di kursi paling belakang.
Pertanyaan itu masih terlintas saat Fajrin sedang duduk di tepi ranjangnya, ia masih sangat penasaran dengan apa yang baru saja ia lakukan.
"Tidak ada efek apa-apa yang aku rasakan, aku bahkan tidak merasakan sakit setelah mencoba serum itu. Hanya ada sedikit efek, yaitu tak sadarkan diri selama kurang lebih lima jam. Dan sekarang, aku bisa menghentikan Bobi yang sedang berada dalam bahaya, mungkinkan penelitian ku berhasil?" tanya Fajrin kepada dirinya sendiri.
Meskipun Fajrin bertanya kepada dirinya sendiri, namun ia tak bisa lupa kalau pertanyaan itu juga bisa di dengar oleh Irana, sang istri yang kini sedang duduk di sampingnya.
"Apakah itu artinya kalau papa berhasil? Apakah itu artinya kalau papa bisa melihat masa depan? Bisa mengetahui masa depan?" tanya Irana penasaran.
"Papa tidak tahu pasti, tapi itulah saat ini yang terjadi. Papa harus melihat beberapa pembuktian, dengan begitu papa bisa yakin kalau apa yang terjadi hari ini adalah bukti dari penelitian papa berhasil. Papa tak bisa membayangkan kalaj hal itu benar, Ma. Papa tak bisa membayangkan bagaimana dunia akan mengenal papa jika papa bisa melihat masa depan. Papa sangat yakin, bahkan petinggi negara akan sangat menginginkan papa dalam menghindari sesuatu yang tidak di inginkan pada negara ini. Tapi aku tidak begitu yakin, hal itu akan terjadi jika para petinggi negara adalah orang-orang baik yang lebih mementingkan negara dari pada dirinya sendiri" kata Fajrin.
"Apapun itu, yang paling penting bagi mama, papa tidak apa-apa. Papa tidak tau bagaimana khawatirnya mama saat melihat papa terkapar di sana" kata Irana.
Fajrin mengerti kekhawatiran istrinya itu, ia menatap Irana hinggap pandangannya berali ke kening Irana yang kini telah membiru. Ia bahkan tak melihat hal itu sedari tadi karena ia terlalu fokus kepada Bobim
"Apa yang terjadi dengan kening mama? Kenapa kening mama memar seperti itu?" tanya Fajrin terkejut.
"Bahkan mama sendiri tidak tahu kalau kening mama seperti ini, ini terasa sakit setelah papa sadarkan diri. Bukan hanya itu, mama juga merasakan sakit di sini dan di sini" ucap Irana sambil menunjukkan matahari kakinya dan juga dengkulnya, ia jua menunjukkan bagian kakinya yang tergores oleh kursi yang ada di kamarnya itu.
Farjin terkejut, ia bahkan tak menyadari smua itu. Dengan cepat ia pergi ke dapur dsn mengambil kompres. Ia mengompres luka memar di tubuh istrinya itu, sesekali ia minta maaf dan merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa istrinya itu.
"Maafkan papa, Ma. Apa yang terjadi kepada mama saat ini, itu semua karena papa. Andai saja papa tidak mencoba penelitian itu, andai saja papa tidak pingsan saat itu, mama tidak akan sepertivini" kata Fajrin menyesal.
"Kenapa mama mendengar kalau papa sepertinya menyesal? Bukankah ini sebuah kebanggaan untuk papa? Dengan begini, dengan proses penelitian papa berjalan dengan lancar hingga memberikan hasil yang memuaskan, papa bisa mewujudkan mimpi papa dan membuat dunia bangga. Jangan jadikan ini sebagai sebuah penyesalan, tapi jadikan ini sebagai sebuah kebanggaan. Buktikan kepada kalau papa bisa membuat dunia bangga terhadap papa dan papa bisa menyelamatkan banyak orang dari kecelakaan maut" kata Irana meyakinkan suaminya itu.
Di tempat lain di kediamannya Bobi sedang sibuk memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya. Ia masih tak habis pikir dengan apa yang terjadi, lagi-lagi pikirannya melayang-layang kepada Fajrin yang seolah tahu apa yang akan terjadi kedepannya, yang seolah tahu kalau di dalam bahaya saat itu.
Hal itu tak luput dari pandangan istrinya-Yuni Ara Bella, ia selalu memandangi suaminya yang sedang terlihat di terpa masalah itu, dengan sangat lembut ia menghampiri suaminya dan mengusap pundak suaminya itu.
"Apa yang terjadi? apa yang terjadi dengan Fajrin? Kenapa Papa terlihat khawatir seperti itu? apakah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepadanya? sejak Papa kembali dari sana, Papa terlihat sangat khawatir. Mungkinkah terjadi sesuatu kepada kalian? kenapa diam saja? Kenapa tidak mau menceritakan semuanya kepada Mama? Apakah ada selisih paham yang justru membuat kalian retak? Tolong ceritakan apa yang terjadi kepada Mama, dengan begitu mama bisa memberikan solusi apa yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah ini" kata Yuni lembut.
"Entahlah mah, Papa juga masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini, semua terjadi begitu cepat dan bahkan Papa merasa kalau ini sebuah mimpi. Saat papa akan pergi ke rumah Fajrin, di tengah perjalanan Fajrin tiba-tiba menghubungi papa. Awalnya Papa berpikir kalau yang menghubungi papa itu adalah Ares karena yang Papa tahu kalau Fajrin saat itu sedang tidak sadarkan diri, tapi papa terkejut tiba-tiba saja Fajrin yang berbicara dengan papa. Dan yang membuat Bapak semakin terkejut, Fajrin justru meminta papa untuk menghentikan mobil papa. Awalnya Papa tidak mau, Papa masih saja terus melajukan mobil Papa untuk segera tiba ke rumahnya. Tapi tiba-tiba Fajrin marah dan membentak papa, papa hanya bisa menurut dan menepikan mobil papa di pinggir jalan. Dan yang paling membuat Papa terkejut, sebuah mobil tertabrak oleh sebuah mobil truk tepat di depan Papa. Menurut papa kalau saja papa tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Fajrin, mungkin saja papa yang bernasib malang yang berada di mobil itu. Yang membuat papa terus berpikir, bagaimana mungkin Fajrin bisa tahu kalau tepat di depan Papa akan ada kejadian seperti itu? Papa masih bertanya-tanya, kenapa bisa Fajrin secara tiba-tiba tidak sadarkan diri dan secara tiba-tiba pula ia sadarkan diri dan langsung mengetahui apa yang akan terjadi kepada Papa selanjutnya. Bukankah itu aneh? bukan hanya aneh tapi sangat aneh kata Bobi kepada istri.
"Ya, itu sangat membingungkan, hal itu akan menjadi tanda tanya besar bagi siapa pun yang mengetahuinya. Apa yang di lakukan Fajrin hanya dapat menyimpulkan dua hal yaitu apa yang terjadi pada saat itu adalah rencana dari Fajrin atau apa yang terjadi saat itu sudah di ketahui oleh Fajrin sebelumnya" kata Yuni.
"Apa maksud mu? aku tidak mengerti apa yang kamu katakan" kata Bobby.
"Maksud ku begini, pa! jika Fajrin tidak merencanakan semua ini, maka kemungkinan terbesar adalah Fajrin mengetahui semua ini, dengan kata lain Fajrin bisa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan kata lain pula Fajrin yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Buktinya dia bisa mengetahui akan terjadi sesuatu kepada papa di tempat itu dan di jam yang ia tahu. Bukankah itu menjadi tanda tanya besar?" kata-kata Yuni.
"yah, Mama benar, itulah yang menjadi tanda tanya besar di pikiran papa. Papa benar-benar penasaran kenapa dia bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada papa selanjutnya. dengan dia bisa mengetahui apa yang akan terjadi kepada papa selanjutnya, maka dia juga bisa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya pada dunia ini. Sepertinya kita harus mencari tahu apa yang telah di ketahui oleh Fajrin" kata Bobi yang di jawab dengan anggukan oleh Yuni.
Keduanya saling setuju untuk mencari tahu apa yang membuat Fajrin bisa mengetahui hal itu, entah mereka akan berniat jahat atau mereka justru akan membantu Fajrin meneruskan apa yang kini menjadi kemampuannya itu.