Jam pasir ( waktu yang telah berlalu )

2454 Words
Part.2 Jam Pasir *** Chelsea meremas dressnya. Menahan rasa yang mulai kembali datang yang membuat dirinya sesak. ia berharap kalau saja tuhan Jika memutar waktu 2 tahun lalu ia pasti memilih untuk ngak kenal sama seseorang yang bernama David. Terus mau jadi pacarnya saat itu, hingga sampai hari ini ia masih membenci dirinya karena masih mencintai manusia itu, jadi pacarnya dan melakukan first kissnya sama david. kebenciannya adalah bukan karena ia benci, tapi karena ia benci terlalu memberikan sepenuh hati untuk David. Chelsea menyesali kalo ajah sedikit, ia berikan ruangnya untuk orang lain dan bukan untuk david sepenuhnya. Mungkin rasa sesak di dadanya takan separah ini. David diam dan duduk tanpa menyapa lagi chealsea. walaupun matanya melihat Chelsea yang sedang duduk ditemani William di kantin. ngak ada senyum yang mengembang atau sepasang bola mata yang menatap dirinya penuh dengan kerinduan. david dingin dengan matanya yang kejam, entah itu kejam untuk Chelsea atau untuk dirinya yang sama ingin melupakan semua enangan tentang mereka. Matanya melirik ke arah lain, walau sepasang bola mata temannya melirikan bahwa Chelsea ada di seberang dirinya. David pura - pura ngak lihat Chelsea, dan cuek. Mereka seperti orang asing yang ngak pernah kenal sama sekali yang pernah saling berbagi memori indah. Hubungan mereka berakhir begitu saja tanpa ada yang tahu kenapa mereka menjadi seperti itu. Semua orang selalu bertanya mengapa? Mengapa dan mengapa? Padahal Mereka merupakan pasangan romantis dua tahun lalu. tapi sekarang mereka seperti saat ini. Chealsea juga david tidak pernah bercerita tenteng mereka putus. Hanya saja orang - orang berargumentasi bahwa chelsea telah selingkuh. Atau sebaliknya david telah selingkuh. Mereka tidak pernah membantah tuduhan itu.Sampai sekarang mulut mereka tertutup juga ngak cerita apapun, dan mereka ngak berani untuk memulai cinta mereka lagi atau membuka hati untuk orang lain. " chelsea, hei..chelsea." William berusaha menepis lamunan chelsea yang pergi entah kemana. Ia melihat David kini duduk dikantin diseberang meja milik nya. Bersama teman-teman seangkatannya dan tertawa disana. tidak memperdulikan lagi chelsea. " Si David itu , lebih b******k dari gue ternyata. Gue kalo pun udah putus dari mantan, tetep gue masih nyapa mereka kok, dan mereka juga ada yang membalas, ada juga yang nampar gue." jelas william melihat David penuh rasa benci. " shut-up." cetus chelsea. " David dan kamu sama saja. Kalian cowok yang sama sering mempermainkan perempuan. dan anggap hati perempuan bagai permen karet. jika sudah tidak manis kalian buang."Ucapnya kesal. Chelsea Melihat pesanan milik David datang dibawakan oleh pelayan. Ia berterima kasih pada pelayan itu, dan langsung menyeruput kopi miliknya. Mengobrol penuh canda dengan Rudi, Tino, dan Burhan. Teman yang sempat dekat waktu Chelsea masih menjadi pacar David. Mereka melambaikan tangan kearah Chelsea. Ia senyum kearah mereka. tapi detik berikutnya, Ia tidak fokus dengan melihat teman dekat david lagi. Pikiran nya mulai berkelana. " Hai..chel." Sapa Tino. Melihat Chelsea tidak mendengar dan juga melihatnya. Ia mengernyit dan terlihat kesal. " Cewek lo..dave. tuli kali ya.." desis Tino berbisik pada telingan David. "oh."Ucap David singkat. David melihatnya sedetik. kembali cuek. " Apa lagi tadi bro..,tadi cerita gue sampe mana?oh..iya sampe cerita pasien yang kena kista itu.." sambung David riang. kembali bercerita pengalaman dirinya hari ini. Sambil minum kopi dengan pesanan yang Chelsea hafal waktu itu. Sebuah caffe latte dengan telor setengah matang dan roti tanpa dipanggang. ternyata ia memutar lamunannya dengan mengingat pesanan yang sering David Makan. Chelsea masih melihat David yang tidak lagi memutar badan untuk dirinya. Ia Melihat Sule sudah membawa nampan dengan semangkuk salad yang dilirik oleh David. Chelsea masih memperhatikan meja mereka. Hingga Tino memberikan isyarat pada david. bahwa chelsea masih melihat kearah meja mereka. Ia tau dan memberikan kedipan pada temen - temennya. ia sengaja ngak menoleh pada chelsea. pura - pura mengabaikan lagi. Chelsea kembali pada wajah William dan senyum. Raut wajah William sudah sangat tidak sedap. chelsea hampir tertawa melihatnya. " Ciih!!, David masih melihat apa yang dipesen elo." Ejek Willy. Ia melihat David melihat mangkuk yang dibawa Sule dengan senyuman. Sule melirik David mengintip makanan chelsea. "Peduli..lo!!" Bentak Sule pada David. David hanya senyum samar. mengangkat kedua alisnya. Willy melihat David melirik makanan di nampan Sule. Ikut angkat suara. "HEY!!ELO...DAVID. Sekarang Chelsea mau jadi pacar gue!. Jadi jangan ganggu chelsea atau perhatiin apa yang mau dia makan atau minum." Ancam Willy. " Itu Bukan URUSAN ELO..!!" Teriaknya. David tidak menggubrisnya. Dan tetap cuek. tino sudah hampir berdiri tapi ditahan david, dengan kedua matanya untuk bersabar. " sabar, bro.." desisnya pelan. " itu bukan urusan kita lagi.." tahan david melihat Wili sengaja berlagak sombong. Chelsea tertangkap ketika masih memandangi meja mereka dan berharap David berbalik. ia juga menatapnya. Mereka tertangkap ketika saling bertatapan. Chelsea mulai mengalihkan pandangan lagi. Dan fokus dengan makanan yang baru datang dihadapannya yang dibawakan Sule. " thanks.." Ucap Chelsea. Ketika makanan ada di mejanya dan langsung ia aduk buah saladnya. merasakan salad buah kesukaanya. " enak. thanks ya, le.." Chelsea baru sadar, jika sule selalu jijik terhadap William. ia berhenti mengunyah melihat wajah sule udah masam lihat tampang kecoak willi. alasan pertama mengapa ia benci william adalah ketika Sepupunya Sherra dibuat mabuk kepayang dan menyerahkan semuanya untuk Willy. Tapi willy meninggalkannya bagai onggok sampah dan tidak pernah dilihatnya lagi. mencampakannya bagai sepeh permen karet. " Ngapain, lo disini!!" Tanya Sule kesal. Dengan setengah melotot. Dengan kepalan yang siap melayang dan mendarat di pipi willy. " Mau bonyok.lo!!" Ancamnya. Chelsea menarik lengan Sule untuk duduk dan tidak membuat keributan dengan willy, mau bagaimanapun ia adalah senior. dan anak dari dosen di kampus. "Hegh..curut!!" William meledek dengan raut wajahnya yang semakin menyebalkan untuk sule. dan membuat sule semakin geram padanya. " Tonjok ajah kalo berani.." Ledek William.memberikan Pipinya. Sule Sudah hampir melayangkan lagi kepalan jika tidak ditahan chelsea. "Sudah..le, Jangan!!" Chelsea menahan tangan Sule. " Duduk, makanlah. Jangan buat onar ditempat ini. " Desis Chelsea. Ia meminta dengan matanya. "ck.." Decak kesal Sule. Ia menurut. Duduk dengan kesal. "Sialan!" " Sudah cukup! Sory chel..gue pamit." Ucap William. Willy hanya senyum lalu bangkit dan pergi meninggalkan Sule yang mulai enggak betah ia dekat-dekat dimeja mereka yang sedang makan. Ia sadar Sule akan melempar mangkuk mie miliknya dan mengguyur pada wajahnya. Ia melangkah kakinya meninggalkan meja Chelsea. lalu melambaikan tangan pada chelsea dengan wajah penuh cinta miliknya. dan langsung berlari kearah parkiran, kembali membuka ponsel miliknya yang sedang ditunggu seseorang. langkahnya semakin cepat dengan berguman sendiri dengan kesal. Mungkin itu panggilan Mona. chelsea sudah menebaknya. Ia kembali menghabiskan salad di mangkuknya. David meliriknya. melihat chelsea sedang menikmati makanan miliknya.Tino memukul kepala david seketika. " Argghh.." Tanpa diketahui oleh chelsea, David masih peduli disekitar chelsea. walaupun david ngak pernah nunjukin apapun dihadapan Chelsea, selalu berpura-pura ngakn peduli. kenyataan nya berbeda dengan apa yang chelsea rasakan. hanya tiga Sahabat david lah yang tau rahasia david. karena ia selalu meyelipkan Foto dimap miliknya, foto mereka berdua. lalu memandanginya sebelum tugas. " Ah..banci.lo!!" Ledek Tino. David hanya senyum dan pura-pura lagi ngobrol, ketika chelsea mulai kembali melirik meja mereka. _______ Hari ini Sudah hampir pukul lima sore, Chelsea masih disibukan membantu dokter dipoli Mata. Ia mendapat ilmu dari dokter Ilham. Dokter yang diperkenalkan oleh prof untuk membantu Chelsea belajar lebih dalam lagi mengenai spesialis mata. sudah hampir 6 bulan Chelsea membantu dokter Ilham disana, ia sangat teliti dan juga ramah, dan banyak sekali ilmu yang dibagi olehnya. Sesekali dokter Ilham memperhatikan Chelsea, yang ngak seperti perempuan umumnya, menggoda dirinya karena dokter Ilham memiliki wajah yang lumayan tampan. Chelsea justru tidak pernah sekalipun menatap wajahnya. ia hanya senyum karena baru kali ini ada wanita yang tak pernah memandangi wajahnya kagum. Chelsea, selalu melihatnya sebagai seorang pembimbing. perbedaan mereka jelas sangat jauh Usia dokter Ilham lebih tua 6 tahun. Jelas Chelsea tak bisa menyamakan dirinya dengan lelaki lain. " Tolong bisa kamu berikan surat ini pada dokter Dinda, kemarin ada surat tugas yang dititipkan dari Direktur. Belum sempat saya berikan. Bisa tolong bantu saya, Bisa?" Tanya Dokter Ilham. " Siap!dok." Chelsea mengambil amplop yang berisi surat tugas dokter dinda, ia keluar dari poli lalu berjalan melangkahkan kakinya riang mengayun - ayunkan lengannya dan menebar senyum. walau harinya ngak selalu bagus. tapi ketika ia membantu dokter Ilham ia merasa sangat senang, karena bisa melupakan david dengan pekerjaanya. " Sore, dok.." tanya salah satu pasien yang lewat menyapanya membuat chelsea senyum - senyum. Mereka menganggap Chelsea adalah dokter dan bukan calon dokter. Jas putih yang bisa buat para calon dokter residen bernyali, hidung besar dengan jasnya. Padahal kalo dipikir Dokter senior malah jarang memakainya. kadang hampir ngak pernah berjalan disepanjang koridor dengan jasnya, kadang memakai itu hanya saat dipoli saja. ya,, itulah perbedaan antara calon dokter dan dokter senior. Chelsea sangat gembira dengan berjalan riang mengenakan jas miliknya. hampir meloncat loncat dan memutar badanya ketika dilorong sepi. Ia sudah tidak sabar dengan gelar yang akan diadapat sebentar lagi. menyelesaikan wisudanya segera. " Sore dok.." sapa salah seorang pasien yang lewat dan melihat chelsea lagi. Chelsea mengangguk pada pasien, membalas dengan senyuman manis nya. bibirnya masih merekah melihatkan giginya masih mengembang di bibir chelsea, tiba-tiba padam. Takdir yang mempertemukan mereka kembali. Chelsea menghentikan langkahnya. David melihat chelsea dari arah berlawanan. Ia sama sekali ngak berhenti melangkah, melewati chelsea gitu saja. Cuek. bagai orang yang tidak pernah kenal satu sama lain. " Dave.." Desisnya pelan. Ia kembali meneguk ludahnya. Memanggil kembali namanya dengan hatinya. berharap hati David akan merasakan apa yang chelsea rasakan. itu ngak mungkin! Chelsea beberapa kali memungkiri pikirannya." Dave..." kembali ia memanggil dengan hatinya. Agar David berhenti, jika David merasakan hal yang sama sepertinya ia berharap jika David menghentikan langkahnya dan berbalik. ssatu..dua.. Dua detik berikutnya. Chelsea menghitung dalam hatinya. David menghentikan langkahnya seketika. Lalu berbalik Chelsea mengembangkan senyuman dan hampir menangis. David masih bisa mendengar panggilan dirinya. " Saya ada tugas praktek sore ini, bareng Prof Setiawan." Ucap David Ia tahu jika Chealsea masih menatapnya untuk bicara tapi mulut Chelsea kelu. Tanpa ada suara ataupun membalas ucapan david. Chelsea hanya mengangguk. tanpa suar lalu membereskan rambut kesayangannya mode sosis gulung. kembali ia diselipkan ditelinganya. 'Oh..' Jawab chelsea singkat. " Chel, malam ini ada pertemuan keluarga. Saya harap kamu datang bersama mamamu." Ucap David tanpa melihatkan matanya. Lalu berbalik. " Hegh! untuk gue kesana Itu bukan urusan gue lagi." Jawab chealsea kesal lalu berbalik. Berusaha menghindar dan tidak mendengar lagi Suara yang ia rindukan. " gue sudah sangat muak ketemu, kakek!!" "kakek..!!" Tegas David membenarkan Ucapan Chelsea. "ya." Jawab chelsea tegas. " Aku benci kamu Lahir dari kakek aku. David! Silsilah kami berantakan juga hatiku."papar chelsea. David Diam dan kembali pada Ucapan semulanya. ia mulai formal lagi tanpa embelan gue - elo lagi. " Saya Ingatkan Jika Malam Ini. Mama kamu mengajak kerumah kakek. Kamu boleh tidak ikut atau datang, Saya ngak lagi peduli. Hanya saja Lebih baik lihat, Supaya kamu bisa lebih kejam. Pada hatimu." Chelsea menaikan bibirnya. mendengus kesal. " kamu pikir aku ngak berani datang? terus kalo jika hubungan kita dulu diketahui keluarga. Aku juga ngak peduli. Bahkan kakek sekalipun. Biar mereka tahu Kita pernah pacaran!"Ancam Chelsea. " Lalu untungnya apa sekarang? jika mereka tahu semua! tentang kita. Bahkan Mamamu adalah orang pertama yang menyadari kamu adalah pacarku ..,dulu!" Balas David. Chelsea Diam dan terkejut. Chelsea berfikir pantas saja mamanya tidak pernah menyebutkan nama David. Mama juga sangat membencinya. Untuk alasan yang ngak ia inginkan ataukah untuk alasan hati chelsea yang rusak dan patah. " Semua keluargamu tahu jika Kamu adalah keponakanku." balas David. Membuat chelsea diam memaku. dan langsung kembali melangkahkan kakinya. "Selamat Sore.." Chelsea kembali berjalan meninggalkan david, menuju poli dokter Dinda. menghindari ucapan pedas yang selalu keluar dari mulut david. Chelsea menarik nafasnya lalu membuang pelan. Walaupun ucapan David menyakitkan tapi chelsea tidak pernah sepenuhnya membenci David. Dalam kehidupan Chelsea David adalah lelaki yang pertama membuatnya bahagia. Chelsea diam diruang dokter Dinda yang kosong. Memutar kembali memori yang menyakitkan. selama masa SMU Chelsea fokus untuk pergi ke universitas Kedokteran. Ia Anak Gadis Yang pintar riang juga banyak teman. Ia tidak pernah memikirkan perasaan dan cintanya. Meski disaat SMU ia pernah menyukai kakak kelas yang bernama William, Yang masuk kedokteran. Ia hanya mencintai diam-diam dan dengan caranya. Chelsea hanya ingin mengejar William yang merupakan Cowok keren, popular, juga dari keluarga yang baik. Ia berharap mencintai William saja waktu itu dan bukan David. Ia menyesali pertemuan Awal dengan Willy yang berujung pada David. Chelsea mengejar William dengan membuktikan bisa masuk ke universitas kedokteran. Berhasil Lulus dengan nilai terbaik dan lolos ke universitas kedokteran. menjadi Dokter adalah cita-citanya juga sejak kecil. Itu mempertemukan William dengan Chelsea pertama kali. Ia masih mengagumi sosok Willi yang keren. Tanpa tahu William yang ia temui di universitas bukanlah William yang ia kagumi dulu. Chelsea sempat memberikan coklat dengan tulisan bahwa ia menyukai William semenjak disekolah menengah. Tapi ketika Chelsea memberikan buku dan coklat dengan surat didalamnya.William malah mempermalukan dirinya dikantin dihadapan semua orang. Ia melempar coklat itu ke wajah Chelsea. membuat Chelsea malu dan menangis. Mona sang pacar willy, membacakan keras isi surat tersebut. Semua penghuni kantin menatapnya kasian. Chelsea merasa sedih dan pergi begitu saja melarikan diri dari hadapan william. " Siapa lo.." Mona marah melihat isi surat dari chelsea. Mahasiswi paling sexy cantik, Ia mendorong chelsea hingga jatuh. bgak ada seorang pun membantunya mereka hanya melihat chelsea dengan tatapan kasihan " Maaf..., Maaf.." Chelsea bangkit dan berlari keluar kantin, menerobos orang-orang yang memesan pesanan dimeja kasir. Disaat william menolaknya didepan umum, itulah pertama kali ia bertemu David. " Prang.." Chelsea menumpahkan mie yang dipesan David. setelah ia selesai memesan dimeja kasir dan mengambil mie miliknya. mie itu tumpah di jas dokter miliknya. David meringis. Mie pesanannya tumpah. padahal ia saat itu ia sangat kelaparan karena belum sempat makan apapun dan berharap mie rebus itu bisa mengganjal perutnya yang kosong dengan harga murah. karena sudah mulai tanggung bulan dan banyak yang harus dibeli dengan uang saku. " Ma..., maaf. Saya tidak sengaja..." Ringisnya. Chelsea meringis dan menangis. Air matanya jatuh pelan melalui pipi merahnya. Chelsea panik. " gimana nih..." ucapnya dalam hati. dan membersihkan jas itu dengan tissue. malah membuat jasnya semakin kacau. Chelsea meringis jas itu malah semakin blepotan. " aduh..." rengeknya dalam hati. Tak hentinya ia masih mengeluarkan air matanya. Cowok itu menelakkan wajahnya, ia merasa aneh hanya menumpahkan saja harus menangis seperti itu. " Cu..cukup, saya ngak ngapa - ngapain kamu. ngak usah nangis." Hiks..Hiks Chelsea melihat raut wajah cowok itu. Yang belum ia kenal sama sekali. Wajahnya sudah hampir meledak dan marah. " Hentikan..." Ucap David kasar. " Maaf.." lirihnya. Tangan Chelsea gemetaran. Ia masih berusaha membersihkan meski ditepis David berkali-kali. " Saya bilang !!,HEN_TI_KAN. SEKARANG JUGA...!!!" Teriak David. Chelsea meringis mengigit kukuknya reflaks. Saat itu juga David membuang jasnya didepan wajah Chelsea. Chelsea menangis. Melihat wajah david yang merah dan melotot kesal. Ia menatap wajah David dalam. " BERSIHKAN...!!" Teriak David. Lalu pergi. Chelsea dibuat memaku. Memegang jas dan diremasnya kesal. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD